Dihipnotis, Staf Dindik Kirim Pulsa Rp3 Juta

TANGERANG,SNOL Entah apa yang ada dibenak Yunanto (26). Staf Umum Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang ini diduga menjadi korban penipuan oleh seseorang yang meminta dikirimi pulsa melalui telepon seluler.  Naasnya, korban baru tersadar setelah uang sebesar Rp3juta miliknya dibelanjakan membeli pulsa dan dikirimkan ke orang misterius yang menelponnya itu.
Korban Yunanto (26) menuturkan, kejadiannya pada Sabtu (1/9) lalu. Saat itu dia menerima telepon dari seseorang yang mengaku-ngaku bernama Endang Jaya Permana Wartawan Harian Kabar Banten. Pria tersebut minta dikirimkan pulsa sebesar Rp 25 ribu. Saat percakapan berlangsung, pelaku tidak menggunakan nomor telepon yang biasa dipakai Endang. Hal itu membuat Yunanto curiga. Diapun menanyakan prihal nomor telpon tersebut, namun si penelpon menjawab bahwa nomor itu sudah di blokir. “Awalnya seperti itu,” ujarnya, Senin (3/9).
Selang beberapa menit kemudian, pelaku kembali menelpon Yunanto dan minta dikirim pulsa kembali ke empat nomor berbeda senilai masing-masing Rp300 ribu, dan begitu seterusnya, hingga nilai pulsa yang terkirim mencapai Rp 3 juta.
“Kejadiannya antara jam 10 sampai jam 1 siang Sabtu lalu. Totalnya sampai tiga juta. Itu pun masih terus diminta kirim, untungnya pihak agen menyetop lantaran melebihi limit,” katanya.
Yunanto baru sadar telah menjadi korban penipuan setelah dirinya mengkonfirmasi wartawan Endang melalui nomor ponsel yang biasa dipakainya. Alangkah terkejut, setelah dijawab ternyata nomor itu aktif, tidak pernah diblokir, dan tidak pernah meminta pulsa hingga sebesar itu.
“Saya baru sadar setelah telepon langsung ke nomor Pak Endang. Lemes juga, abis rugi besar gini. Saya heran, kok bisa nurut saja, seperti terhipnotis,” ungkapnya.
Dia mengaku, kejadian tersebut sempat dilaporkan ke Polsek Jatiuwung Kota Tangerang, namun pihak polisi meminta melengkapi laporan dengan print out percakapan dengan pelaku. “Sudah dilaporkan, tapi kata polisi ada data yang harus dilengkapi lagi,” tambah korban yang bertempat tinggal di Perumnas Kota Tangerang itu.
Sementara, Endang Jaya Permana mengungkapkan, kejadian itu merupakan kali kedua namanya dicatut pelaku untuk menipu korban dengan modus yang sama. Dia mengaku terkejut saat dikonfirmasi korban terkait permintaan pulsa tersebut. “Kaget juga. Ini kejadian yang kedua nama saya dicatut buat nipu orang,” katanya.
Dijelaskannya, pada akhir tahun 2011 lalu, salah satu staf bidang PNFI Dindik Kabupaten Tangerang bernama Omeng, bernasib serupa. Saat itu korban diminta mengirimkan pulsa senilai Rp800 ribu. Korban saat itu mengaku seperti dihipnotis, disuruh mengisi pulsa bolak balik antara Kantor Dindik lama dengan tempat penjual voucher pulsa di depan UNIS Cikokol Kota Tangerang yang jaraknya cukup jauh dengan berjalan kaki. Korban baru sadar tertipu setengah jam kemudian setelah diingatkan rekan kerjanya. “Saya harap hal ini tidak terulang lagi. Kasihan jika kembali ada korban,” pungkasnya (hendra/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.