Polsek Serpong Razia Teroris

SERPONG,SNOL Antisipasi aksi teroris di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), Polsek Serpong melakukan razia kendaraan roda dua dan empat di kawasan BSD tepatnya di depan RS Medika, BSD City, Kota Tangsel. Meski tidak mendapati barang membahayakan, polisi mengamankan satu unit mobil box jasa antar barang karena membawa barang antik yang dinilai mencurigakan.
“Kegiatan ini untuk antisipasi kemungkinan wilayah hukum Serpong dijadikan jalur oleh para pelaku teroris,” kata Kanit Lantas Polsek Serpong, Iptu Renta H Manurung.
Dalam razia Senin (3/9) yang dimulai pukul 15.00 tersebut, kendaraan roda dua, box hingga truk diberhentikan. Satu persatu barang bawaan mereka diperiksa secara seksama. Saat menghentikan laju kendaraan box Plat nomor W 8667 NJ, ketegangan sempat terjadi antara pengemudi dengan petugas.
Soalnya mobil box milik perusahaan jasa pengantar barang INDOPACIFIC, coureer and transportation tersebut membawa barang antik yang dinilai mencurigakan. Petugas makin curiga, pasca sang sopir Heri (55) mengaku tidak tahu menahu isi barang tersebut. Namun, saat hendak dibuka oleh petugas, Heri melarang.
“Nanti kalau dibuka saya bisa dimarahi perusahaan. Barang ini mau diantar ke Puspita Loka, BSD. Barang ini saya ambil dari Bandara Soekarno Hatta dan sudah lulus X-Ray disana. Berarti bukan barang yang dilarang,” katanya.
Meski begitu, mengantisipasi kemungkinan terburuk, petugas akhirnya berinisiatif membawa mobil box, beserta barang dan sang sopir ke Polsek Serpong. Nantinya, di Polsek Serpong akan diminta hadir pemilik barang tersebut untuk membuka bersama.
“Kami tidak mau kecolongan. Apalagi di kwitansi pengiriman alamat pengirim dari Surabaya hanya tertulis Mr X,” kata Renta. Razia yang dilakukan untuk mengantisipasi pelanggaran lalu lintas dan juga barang bawaan kendaraan roda empat ini bakal dilakukan 30 hari kedepan di wilayah Polsek Serpong. “Giat ini akan dilangsungkan 30 hari kedepan. Apalagi wilayah Serpong rawan kejahatan 365 dan juga antisipasi aksi terorisme,” kata Renta.
Pengemudi lainnya yang diberhentikan petugas, Uje (40) pengendara Toyota Avanza AB 1449 VA mengaku langkah petugas dinilai cukup baik untuk antisipasi kejahatan. Uje yang sempat ditanyai petugas karena membawa barang jenis bahan pakaian dari Tanah Abang, mengaku dirinya tidak merasa risih dengan aksi petugas, asalkan memang untuk penegakan hukum.
Seperti diketahui, aksi penangkapan teroris di wilayah Tangsel beberapa tahun terakhir cukup ramai. Bahkan di wilayah Pamulang, Kota Tangsel, salah satu teoris paling berbahaya ditembak  mati sat sedang berada di Warnet Multi Plus. Belum lagi penangkapan lainnya, di wilayah Pamulang dan Ciputat. (irm/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.