Sekda Lebak Dituntut Mundur

LEBAK, SNOL Puluhan mahasiswa dari tiga organisasi kemahasiswaan melakukan aksi unjuk rasa di Pemkab Lebak, Senin (3/9). Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mahasiswa Bersatu Untuk Banten (EMBUN) dan Presidium Pemuda Lebak menuntut Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Dede Jaelani mundur dari jabatannya, lantaran dinilai tidak netral dalam Pemilukada Lebak yang akan digelar 2013 mendatang.
“Sekda Lebak tidak pantas menduduki jabatannya, lebih baik mundur dari jabatanya secara terhormat dari pada harus di turunkan rakyat. Karena terlibat politik praktis dengan mendukung salah satu bakal calon bupati Lebak,” kata Abdurahman, salah seorang pengunjuk rasa di sela-sela aski berlangsung.
Abdurahman mengungapkan, ketidak netralan Sekda Lebak diketahui dalam statement di media masa beberapa waktu yang lalu. Dimana Sekda membela salah satu calon bupati.
”Seharusnya PNS itu bisa menjakankan sebagaimana yang telah diamanatkan undang-undang. Tidak boleh berpihak terhadap calon bupati, apalagi mendukung. Tapi dengan adanya statemen itu jelas Sekda sudah terlibat politik praktis,” ujarnya.
Orator lain yang juga Ketua Embun Lebak, Agus Ider mengatakan, menjelang Pemilukada Lebak 2013, indikasi pengarahan PNS untuk mendukung salah satu bakal calon sudah mulai terlihat. Terbukti, seluruh kantor Kecamatan terdapat gambar bakal calon bupati. ”Mestinya pasilitas milik negara itu harus steril dari kampanye politik. Juga kepentingan lain,” kata Agus.
Berdasarkan pantauan, dalam aksinya mereka mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Bahkan sempat memanas dengan pegawai Pemkab Lebak, setelah mereka berniat menghampiri Sekda yang terlihat dari kejauhan. Namun, aksi mereka berhasil dihalau petugas.
”Kami sangat menyangkan hari ini (kemarin,red) Sekda tidak mau memberikan klarifikasi atas pernyataan di media masa. Kami berjanji siap kembali datang dengan membawa masa lebih banyak,” kata Agus. Tak lama kemudian, mereka membubarkan diri dengan tertib. (mg-2/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.