Latihan Gantole Terganggu Asap

PON RIAU, SNOL Kabut asap yang menyelimuti Riau sepanjang pekan ini mempengaruhi latihan cabor Gantole di Bandar Pinang Kampai, Dumai. Asap tebal nyaris sepanjang hari membuat tim menunda waktu latihan. Pihak panitia pun tidak akan memaksakan pertandingan jika pada saat pertandingan venue terselimuti kabut asap.
Pelatih Gantole Banten, Feri Maskun mengatakan, mereka harus menunggu hingga asap tersebut hilang dari lokasi latihan. Itu dilakukan agar latihan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjaga keselamatan seluruh atlet gantole.
“Kalau kami paksakan tetap berlatih, tentu akan membahayakan keselamatan atlet gantole Banten. Apalagi cabor gantole merupakan cabor udara yang membutuhkan keselamatan tinggi. Selain itu, gantole sangat bergantung pada kondisi cuaca yang ada pada lokasi, jadi kalau memang tidak memungkinkan kami tidak akan memaksakan berlatih,” ungkapnya kepada Satelit News kemarin (5/9).
Kendati demikian, Ferry mengaku pembinaan yang dilakukan di sana tetap dapat dilaksanakan, bahkan saat ini kualitas atlet gantole Banten sudah meningkat. Apalagi, saat ini mereka sudah mulai terbiasa dengan cuaca dan kondisi alam di lokasi pertandingan tersebut.
“Walaupun kami hanya dapat berlatih pada sore hari, namun saat ini semua atlet gantole Banten sudah cukup menyesuaikan diri dengan kondisi alam dan cuaca di venue tersebut. Oleh karena itu, walaupun latihan kami tersendat, namun pembinaan sudah mulai terlihat hasilnya,” katanya.
Terkait pelaksanaan pertandingan, Ferry mengaku banyaknya kabut asap pada venue pertandingan tersebut, tidak akan mengganggu pelaksanaan pertandingan. Pihak panitia pun tidak akan memaksakan pertandingan jika pada saat pertandingan venue terselimuti kabut asap. Oleh karena itu, Ferry mengaku tidak perlu memberikan pembinaan khusus untuk menyesuaikan diri dengan kabut asap.
“Saya tidak melakukan antisipasi untuk kabut asap ini, karena pada pelaksanaannya pun panitia tidak akan memaksakan pertandingan jika cuaca tidak mendukung. Sejauh ini, saya tetap optimistis mampu meraih hasil maksimal, karena pembinaan untuk prestasi sudah kami lakukan sejak jauh hari. Terlebih dengan kondisi atlet yang sudah dapat menyesuaikan diri dengan lokasi pertandingan,” tuturnya. (gatot/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.