Kemarau, MUI Imbau Sholat Istisqa

TANGERANG, SNOL Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang ikut khawatir atas datangnya musim kemarau berkepanjangan yang sudah mulai berdampak negatif bagi masyarakat, seperti kekeringan, gagal panen dan lain sebagainya. Lembaga keagamaan ini mengimbau seluruh warga melaksanakan shalat istisqa (meminta hujan), demi berharap kedatangan hujan.
“Kami kira ada washilah (jalan) yang ditunjukkan Rasulullah dalam menghadapi musim kemarau ini. Salah satunya dengan shalat istisqa. Kalau itu dianggap perlu oleh ummat (warga Kota Tangerang), baiknya dilakukan untuk meminta hujan kepada Allah,” jelas Baejuri Khotib, Ketua Dewan Fatwa MUI Kota Tangerang, Kamis (6/9).
Baejuri mengingatkan, masyarakat baiknya mulai melakukan doa secara pribadi-pribadi memohon segera turunnya hujan. Selanjutnya, pihaknya akan mengeluarkan edaran kepada semua tokoh agama di Kota Tangerang untuk menggelar shalat tersebut. “Kami akan segera keluarkan edaran. Sedangkan MUI sendiri akan melaksanakan shalat ini pada pekan depan,” tuturnya.
Menurut Baejuri, shalat istisqa bisa dilakukan dengan cara terlebih dahulu diserukan oleh seorang pemimpin seperti ulama, aparat pemerintah atau lainnya, agar masyarakat berpuasa dan bertaubat meninggalkan segala bentuk kemaksiatan serta kembali beribadah, menghentikan perbuatan yang zalim dan mengusahakan perdamaian bila terdapat konflik.
“Pada hari pelaksanaan, seluruh penduduk diperintahkan berkumpul di tempat yang telah dipersiapkan untuk shalat istisqa. Penduduk sebaiknya memakai pakaian yang sederhana, tidak berhias dan tidak pula memakai wewangian,” jelasnya, tentang shalat yang dilaksanakan dua rakaat, dan disusul dengan dua kali khutbah tersebut.
Terpisah, Badan Meteorogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ciputat memperkirakan, musim kemarau yang terjadi tahun ini akan terus berlangsung hingga penghujung Oktober mendatang. Hal itu dihitung berdasarkan perkembangan iklim, yang dipengaruhi fenomena El Nino mengurangi pasokan uap air dari Samudera Pasifik sebelah timur Indonesia.
“Sebenarnya, musim kemarau kali ini masih cenderung normal, dengan tingkat kepanasan antara 33-34 derajat cescius. Hanya saja yang membuat panas adalah, kurangnya pasokan air. Tapi, perkiraan kami pada awal-awal Oktober akan mulai turun hujan, hal itu dilihat dari grafis awal yang mulai nampak,” jelas Bambang Suryo, Prakirawan Cuaca BMKG Ciputat.
Dia juga meminta kepada masyarakat agar tidak mengkhawatirkan terlalu berlebih soal kemungkinan datangnya musim kemarau yang berkepanjangan tahun ini. Sebab, hitungan BMKG, di awal Oktober sudah akan ada hujan, meskipun intensitasnya tidak langsung banyak. “Untuk warga daerah ilir, kemungkinan masih akan mendapat pasokan air dari hulu, yang hujannya akan datang lebih cepat,” jelasnya.

Karyawan PDAM Solat Istisqa

Di Kabupaten Tangerang, ratusan karyawan dan beserta direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR), menggelar shalat istisqa di Lapangan Tenis Kantor PDAM TKR di Cikokol, Jalan Kisamaun Tangerang, Kamis (7/9).
“Shalat istisqa sebagai salah satu upaya kami untuk mengatasi bencanan kekeringan ini. Kami berharap supaya segera turun hujan di wilayah Tangerang dan sekitarnya,” ucap Direktur Utama PDAM Tirta Kerta Raharja, Rusdi Mahmud, usai melaksanakan Shalat Istisqo.
Kemarau panjang yang terjadi saat ini membuat persediaan air baku menipis. Bahkan, kini dua instalasi pengolahan air (IPA) milik PDAM TKR yakni IPA Teluknaga dan IPA Kronjo sudah tidak berfungsi karena tidak lagi memiliki bahan baku akibat keringanya sungai. “Kami terpaksa menghentikan produksi di IPA Teluknaga dan Kronjo. Untuk kebutuhan para pelanggan sementara kami salurkan dengan menggunakan tangki air,” jelas Rusdi.
Debit air Sungai Cisadane yang merupakan sumber air PDAM TKR kini terus berkurang sehingga membuat proses produksi air semakin tinggi biayanya “Debit air yang terus menurun membuat kekentalan air menjadi semakin tinggi. Hal ini membuat kekeruhan air semakin tinggi, sehingga untuk menjernihkannya diperlukan penanganan yang lebih serius,” jelasnya.
Akibat kekeringan ini, sekitar 17 Kecamatan di Kabupaten Tangerang membuat permohonan bantuan air bersih untuk wargannya. Untuk itu pihaknya secara bergiliran memberikan bantuan dengan menggunakan 4 unit tangki air dengan kapasitas 3000 liter kepada mereka yang membutuhkan.
“Sejak Juni lalu selain kepada para pelanggan PDAM TKR, kami juga menyalurkan sekitar  200 tangki air kepada 17 Kecamatan yang membutuhkan air,” jelasnya.
Sementara itu dalam khotbahnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang KH Edi Junaedi yang menjadi Imam dalam Sholat Istisqo tersebut berpesan agar seluruh masyarakat memperbanyak istighfar. “Perbanyaklah istighfar terutama setelah sholat, mudah-mudahan Allah SWT memaafkan semua dosa kita dan segera menurunkan hujan,” imbuhnya. (pane/madehendra/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.