Ketua Nasdem Dituntut 8 Bulan Penjara

SERANG, SNOL Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Banten, Sam Rahmat yang didakwa bersalah dalam kasus penganiayaan terhadap tim sukes calon gubernur dan wakil gubernur Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, dituntut delapan delapan bulan penjara.
Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julkifli dari Kejari Cilegon, dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin Lian Henry Sibarani didampingi dua anggota, yakni Rehmalem Br Peranginangin dan Anastacya dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (6/9).
Jaksa menilai terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap tiga korban, hingga mengakibatkan ketiga korban mengalami memar dibagian tubuhnya. Penganiayaan yang dilakukan Sam Rahmat terhadap ketiga korban itu, yakni Bahriti, Hatiri dan Lukman di ruang aula rumah terdakwa di Lingkungan Ciwandan, Kota Cilegon pada 13 September 2011 sekitar pukul 03.00 WIB.
Dalam fakta persidangan, terdakwa telah memukul Bahriti dan Hatiri dengan gagang pistol, serta menendang dagu Lukman. Sehingga perbuatan terdakwa melanggar Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang peganiayaan. Usai mendengarkan tuntutan, terdakwa yang tidak didampingi kuasa hukum langsung menyatakan siap mengajukan pledoi (pembelaan) yang akan disampaikan pada persidangan selanjutnya, yaitu pada Kamis mendatang.
Diketahui, kasus penganiayaan tersebut terjadi saat ketiga korban kepergok mengrusak baigho bergambar pasangan calon gubernur/wakil gubernur, yakni Wahidin Halim-Irna Narulita pada Pilgub Banten 2011, yang dipasanga dipersimpangan jalan lingkar selatan (JLS) Ciwandan, Kota Cilegon.
Saat sedang merobek baliho tersebut, Bahriti dan Hatiri dipergoki warga dan langsung menangkapnya. Lalu ketiganya dibawa ke rumah Sam Rahmat. Dan di rumah tersebut ketiganya mendapatkan tindakan penganiayaan oleh orang nomor satu di Nasdem Banten tersebut, hingga menderita luka dibagian tubuhnya. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.