Pelajar Tawuran, Satu Tewas di Panongan

LEGOK, SNOL Tawuran yang diduga melibatkan pelajar SMK Mandiri Panongan Kabupaten Tangerang dengan SMK Yasrif Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di Desa Babat Kecamatan Legok, Kamis (6/9), memakan korban jiwa. Suhendar, alumni SMK Mandiri Panongan meregang nyawa usai menjadi bulan-bulanan sekelompok lawannya.
Lelaki berperawakan kurus itu mengalami luka di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam dan pukulan benda tumpul. Guna kepentingan penyelidikan, aparat kepolisian menerjunkan tim untuk memeriksa para saksi, termasuk rekan korban di SMK Mandiri Panongan
Informasi dari Polsek Legok, tawuran dua kelompok pelajar ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Masing-masing dari dua kelompok pelajar itu sebelumnya telah janjian via telepon seluler untuk bertemu di suatu tempat di Desa Babat.
“Setelah bertemu di Kampung Baru Desa Babat Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang itulah, tawuran langsung pecah,” ungkap Kapolsek Legok AKP Purwadi, saat dihubungi Satelit News, tadi malam.
Aksi tawuran terjadi tidak seimbang, karena jumlah pelajar SMK Yasrif Parung Panjang ternyata lebih banyak. Pelajar dari SMK Mandiri Panongan pun berhasil dipukul mundur hingga lari kocar-kacir. Naas bagi Suhendar. Korban yang berusaha melarikan diri itu berhasil dikejar oleh pelajar dari SMK Yasrif. Tanpa rasa ampun, mereka langsung mengeroyok dan menghujami korban dengan menggunakan senjata tajam dan benda tumpul hingga tak berdaya. Warga yang melihat kejadian itu segera melerai aksi tawuran dan membawa korban ke rumah sakit terdekat di Legok. Namun sayang, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Polisi sendiri awalnya mendapat laporan dari warga bahwa ada korban kecelakaan di desa tersebut. Namun setelah diperiksa di salah satu Rumah Sakit di Legok, ternyata korban bukan merupakan korban kecelakaan melainkan korban tawuran.
Mengetahui hal tersebut, polisi langsung membawa korban ke RSUD Tangerang untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab kematian korban. “Setelah mengetahui bahwa korban merupakan korban tawuran, kami langsung membawanya ke RSUD untuk diotopsi,” ujar AKP Purwadi. Hasil identifikasi sementara, korban mengalami luka tusuk di belakang telinga bagian kanan.
Guna kepentingan penyelidikan, pihaknya telah menrjunkan tim untuk memeriksa para saksi termasuk rekan korban di SMK Mandiri Panongan. “Saat ini kami tengah mengumpulkan data mengenai kronologi kejadian. Telah ada beberapa saksi baik dari warga maupun rekan korban  yang telah kami periksa,” ujarnya. (hendra/jarkasih/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.