Ratusan Tentara Keruk Lumpur Cisadane

TANGERANG,SNOL Sebanyak seratus tentara dari kesatuan Kodim 05/06 Tangerang turun ke Sungai Cisadane untuk mengeruk lumpur padat yang menghalangi jalan masuk air ke pintu masuk penampungan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang. Debit air Sungai Cisadane terpantau terus mengalami penyusutan hingga 10.85 satuan air baku.
Kamis (6/9), sejak pukul 7 pagi, seratus pasukan tentara sudah mengenakan celana pendek dan kaos oblong. Bersama 20 pegawai PDAM Tirta Benteng dan warga sekitar, para tentara bahu membahu menggali lumpur yang menghalangi jalan masuk air ke tiga pintu penampungan air milik PDAM.
“Sejak tadi pagi (kemarin, red), kami menurunkan seratus prajurit,” ujar Widodo, anggota dari satuan Kodim 05/06 Tangerang.
Surutnya air sungai mengharuskan prajurit yang membaur dengan warga setempat membagi tugas, ada yang mencangkul dan menggali manual lumpur yang sangat padat. Dan ada pula yang membawa tumpukan lumpur ketengah aliran Sungai Cisadane.
Menurut Widodo, timnya terbantu karena bendungan utama atau Pintu Air Sepuluh sudah ditambal oleh petugas. “Hal itu menyebabkan debit air disekitar pintu masuk air PDAM naik sekitar 4 sentimeter,” ujarnya.
Sementara itu tercatat sebanyak tiga kecamatan di Kota Tangerang alami kekurangan air. Hal ini karena pasokan dari PDAM Tirta Benteng berkurang. Dirut PDAM Tirta Benteng Ahmad Marju Kodri saat ditemui dikantornya kemarin (6/9), mengatakan tiga kecamatan yang mengalami kekurangan air yakni Kecamatan Benda, Cipondoh dan Ciledug.
“Bahkan, pasokan air di Kecamatan Benda sudah berhenti karena air di Kali Angke sudah mengering, sehingga tidak bisa memberikan pasokan kepada pelanggan,” katanya.
Untuk mengatasi kekurangan air tersebut, PDAM Tirta Benteng sudah mengirim empat tangki air dengan kapasitas masing-masing kendaraan 3.000 liter ke tiga kecamatan tersebut.
Pemberian air bersih tersebut diberikan secara gratis. “Penyaluran air bersih akan terus diberikan kepada warga selama ada permintaan dari masyarakat apalagi IPA Benda sudah berhenti beroperasi,” katanya.
Sementara itu, tercatat jumlah pelanggan PDAM Tirta Benteng di Kota Tangerang terdapat 27 ribu dan seluruhnya bergantung dari air di Sungai Cisadane. Berdasarkan pantauan Satelit News di Pintu Air Sepuluh, Karawaci Kota Tangerang, debit sungai terus mengalami penurunan. Dicatatan milik petugas bendungan, tiap jamnya mengalami penurunan hingga lima sentimeter. “Biasanya kalau pagi dapat kiriman, nanti akan naik sekitar 10 sentimeter. Tapi kalau sudah siang sampai sore, nanti turun lagi, begitu saja terus,” jelas Wandi Supratman, petugas pintu air sepuluh.
Namun jika dibandingkan dengan air yang dikirim secara alami dari Bogor, presentase turun debit air lebih besar dibandingkan naiknya air. Tercatat semula tiga hari lalu tersedia 11.20 satuan air baku, kini hanya 10.85 satuan air baku.
Seperti telah diberitakan, kekeringan tak hanya membuat kalangkabut para petani. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pun dibuat resah. Menyusul semakin menyusutnya debit air sungai Cisadane yang merupakan bahan baku sejumlah perusahaan milik pemerintah daerah tersebut.
Akibat penyusutan debit air sungai Cisadane, PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang terpaksa menyetop distribusi air kepada 8000 dari total 112 ribu pelanggannya. Sedangkan PDAM Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang melakukan pengerukan lumpur yang menghalangi air masuk ke penampungan pengolahan air baku PDAM. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.