Terbongkar, Napi Kendalikan Bisnis Ganja

TANGERANG,SNOL Polres Metro Tangerang menangkap dua tersangka pengedar ganja, yakni RD dan MK, Selasa (7/8). Petugas berhasil mengamankan barang bukti 18 paket ganja seberat 6,6 kilogram di rumah kontrakan tersangka di Jalan Nyimas Melati RT.03/02, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
“Barang bukti itu mereka dapat dari AG yang merupakan tahanan di LP Nusakambangan. Kita masih kembangkan kasus ini,” ungkap Kapolres Metro Tangerang, Kombespol Wahyu Widada, didampingi Kapolsek Ciledug Kompol Maskuri.
Penangkapan terhadap dua kaki tangan AG bermula dari laporan masyarakat bahwa ada sebuah kontrakan di daerah Komplek LP Wanita, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang yang dijadikan lokasi transaksi narkoba.
“Petugas yang sudah mengantongi data segera melakukan penggerebekan, dan mengamankan RD berserta barang bukti berupa 2 paket besar ganja dalam plastik warna hitam dan 11 paket ganja ukuran sedang seberat 2800 gram,” katanya kembali.
Dan dari hasil interogasi terhadap tersangka RD, tersangka menunjukkan lokasi lain penyimpanan ganja di wilayah kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Dari kontrakan ini petugas berhasil membekuk MK dan menemukan ganja siap edar seberat 3850 gram.
“Barang bukti yang diamankan sekitar 6,5 kilo gram ganja kering siap edar. Kurang lebih senilai Rp24 juta. Dari pengakuan MK, didapati keterlibatan AG sebagai pengendali,” singkatnya.
Polres Metro Tangerang Kota juga berhasil membongkar bisnis ganja kering pasangan suami istri (pasutri) berinisial ii (28), dan AG (30), warga Komplek Puribeta 2, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang terhenti. Pasalnya, ii, berhasil dibekuk aparat kepolisian Polsek Ciledug saat akan mengedarkan ganja, Sabtu (1/9) lalu. Sementara suaminya AG, masih buron.
Kapolres mengatakan, ke empat tersangka yang diamankan yakni ii, EWD, TS dan EAS. Penangkapan mereka berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya peredaran ganja.
“Dari informasi itu kita lakukan pengembangan. Lalu berhasil menangkap EWD dan mengamankan satu paket ganja kering seberat 0,5 gram. Dari keterangan EWD, kita kembangkan lagi hingga berhasil menangkap TS, EK, EAS dan terakhir ii yang memiliki 16 kilogram ganja kering siap edar,” katanya Kamis (6/9)
Menurut Wahyu, saat penggeledahan ke rumah ii di Komplek Puribeta 2, ditemukan 16 Kg ganja kering siap edar. Namun saat penggeledahan, suami ii, yakni AG telah melarikan diri. “Berdasarkan pengakuan ii, ganja 16 kg itu selain milik suaminya juga dimiliki KT dan IJ. Rumahnya hanya dijadikan tempat penyimpanan,” ujarnya.
Ganja itu dijual di wilayah Kota Tangerang seharga Rp2 juta per kilogramnya. Saat ini, pihaknya masih memburu tersangka AG, KT dan IJ yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Kami masih terus melakukan pengejaran dan  pengembangan. Jaringan peredaran ganja ini sangat meresahkan masyarakat,” imbuhnya. (pane/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.