Kasus Pencabulan Mengendap Setahun, FPI Geruduk Polsek Mauk

TANGERANG,SNOL Kecewa dengan lambatnya penanganan kasus, puluhan aktifis Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Polsek Mauk. Mereka mempertanyakan proses hukum kasus pencabulan yang menimpa AN (28) seorang wanita yang mengidap keterbelakangan mental.
“Kami sangat prihatin dengan lambannya penanganan kasus pencabulan ini. Masa sudah setahun ini polisi belum bisa menangkap anak kecil yang menjadi pelakunya,” ujar Sekretaris FPI Provinsi Banten H. Uwan Suwana.
AN adalah warga Kampung Mesjid Rt.016/03 Desa Tegal Kunir Lor Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang. Pelaku pemerkosa diduga dilakukan oleh   AH (15) remaja tetangga kampungnya.
Uwan menilai penanganan kasus pencabulan ini seperti jalan ditempat karena sejak setahun lalu hingga kini seperti tidak ada perkembangan apapun. Pihaknya juga menilai penanganan kasus ini tidak serius karena pihaknya tidak pernah melihat polisi menyebarkan foto pelaku jika memang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Bukan hanya karena keluarga korban merupakan anggota KAM, tapi jika setiap kasus ditangani seperti ini, kemana wibawa polisi dimata masyarakat. Menangkap anak kecil saja tidak bisa, apakah harus kami yang menangkap langsung?” jelas Uwan dengan nada kesal.
Uwan mengancam akan kembali mendatangi Polsek Mauk jika kasus pencabulan itu tidak kunjung diselesaikan. “Kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak jika dalam dua minggu ini tersangka belum juga ditangkap,” ancamnya.
Maemunah (58) Ibu korban berharap polisi segara menangkap pelaku pencabulan itu. Dia khawatir anaknya akan kembali menjadi korban. “Kami takut jika tanpa ada hukuman kepada pelaku, anak saya akan kembali menjadi korban,” ujar Maemunah sedih.
Sebenarnya yang diinginkan keluarga sangat sederhana, polisi menangkap dan menahan pelaku. “Yang kami inginkan hanyalah pelajaran bagi pelaku agar tidak kembali melakukan aksi serupa kepada orang lain,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Mauk AKP Endang Suhendar membantah jika pihaknya tidak menangani kasus pencabulan ini dengan serius “Hingga saat ini kami masih terus melakukan penyidikan terkait  kasus yang menimpa AN,” kilah Endang melalui telepon gengamnya.
Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan baik kepada pelapor maupun kepada saksi yakni Hj Arpat sebagai pemilik kandang ayam. “Hanya saja memang kepada terlapor belum kami periksa karena melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran,” ujarnya.
AN diduga dicabuli oleh  AH pada 24 November 2011 silam di sebuah di Kandang ayam milik H Arpat yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya. Saat Arpat (60) hendak mengambil daun pisang yang disimpan didalam kandang ayam, dia kaget melihat AN sedang terlentang tanpa mengenakan celana. Disebelahnya berdiri seorang anak yang tergesa-gesa membereskan celanannya. Hj Arpat berteriak dan AH pun melarikan diri.(hendra/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.