2 ABK Kapal Imiran Diduga Jaringan Perdagangan Manusia

PULOMERAK, SNOL Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Banten kini sedang menelusuri dua anak buah kapal (ABK) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Samuel (15) dan Okto (25) yang diduga terlibat sindikat perdagangan manusia.
Kedua ABK tersebut kedapatan membawa puluhan imigran asal Timur Tengah yang hendak ke Pulau Critsmas, Australia. Nahas, belum sampai tujuan, kapal yang mereka tumpangi tenggelam di peraiaran Panaitan, Sabtu (8/9), karena mengalami gangguan mesin. Kedua ABK berhasil dievakuasi Badan Rescue and Search Nasional (Basarnas) dan kini berada di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM).
Dirpolair Polda Banten Kombes Budhi Hermawan mengatakan, pihaknya kini sedang menyelidiki kedua ABK tersebut dengan keterlibatan jaringan perdagangan manusia. Kecurigaan itu didasarkan dengan melihat domisili ABK yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). “Dari pelbagai penangkapan yang kita lakukan, sindikat perdagangan manusia ini umumnya merekut ABK yang selalu berasal dari NTT. Ini yang membuat kita curiga, jangan-jangan ABK itu memiliki jaringan yang sama,” ungkapnya.
Meski demikian, Budhi enggan berkomentar lebih jauh terkait dugannya. “Dua ABK-nya masih dalam perawatan. Kalau kondisinya telah membaik, kita akan segera melakukan pemeriksaan,” katanya.
Seperti diberitakan, kapal kayu yang mengangkut 82 imigran yang diduga asal Timur Tengah ditemukan di posisi 07043.23 S-105 22.30 E, atau 52 Notice Mile (NM) Tenggara Tanjung Layar-83 NM Barat Daya Pelabuhan Ratu, Minggu (10/9). Puluhan imigran itu diselamatkan kapal MV Clip MY Flower berbendera Australia.
Sementara itu, Kasi Operasional Basarnas Hendra Sudirman mengatakan, pihaknya hanya mengevakuasi dua ABK asal Indonesia. Sedang puluhan imigran itu kini berada di Kapal Clip Flower untuk melanjutkan perjalanan ke Australia. “Kita tidak mengevakuasi imigran asal Timur Tengah,” ungkapnya. (mg05/del/ags/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.