Anggota Dianiaya, Kelompok Punk Gelar Sweeping

CIKUPA,SNOL Puluhan anak Punk melakukan aksi sweeping mulai dari pertigaan gerbang Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang hingga kawasan bengkel di depan kantor kecamatan Cikupa, Senin (10/9). Aksi ini diduga buntut dari penganiayaan yang menimpa salahsatu anggotanya oleh orang tidak dikenal di lokasi itu. Akibatnya, suasana Jalan Raya Serang Km 14,8 sempat tegang.
Aksi sweeping digelar mulai pukul 12.00 Wib siang. Awalnya, masa Punk berkumpul di pertigaan gerbang Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Kemudian, mereka berjalan kaki menelusuri pinggir ruas jalan raya menuju arah kantor Kecamatan Cikupa. Dalam aksinya, beberapa diantara mereka ada yang membawa benda-benda berbahaya seperti ikat pinggang dengan kopel besi dan lainnya. Massa kemudian bergerak ke arah bengkel di depan kantor Kecamatan Cikupa
Tidak berselang lama, datang sekelompok masa Punk lainnya dan langsung berbaur dengan masa yang sudah ada di lokasi. Sejumlah bis angkutan umum dihentikan dan diperiksa. Karena orang yang dicari tidak ketemu, akhirnya mereka melakukan aksi ke lokasi lainnya hingga di depan Toserba Sabar-Subur Cikupa.
Sejumlah sumber menduga, aksi sweeping yang dilakukan masa Punk merupakan aksi balasan karena salahsatu anggotanya dipukuli oleh oknum kenek angkutan umum yang melintasi jalan tersebut.
“Saya melihat dari jauh ada bis berukuran sedang, menurunkan dua anak Punk dari dalam bis. Entah mereka habis mengamen atau sedang apa. Setelah itu, satu dari dua anak Punk itu terlibat adu mulut dengan kenek bis hingga akhirnya terjadi keributan. Anak Punk itu dipukuli oleh kenek bis,” ungkap Adila, warga setempat yang melihat aksi keributan sebelum sweeping kepada Satelit News, kemarin.
Dia menceritakan, keributan itu juga turut menyita perhatian penggunan jalan dan warga. Sejumlah pengendara serta angkutan umum sempat menghentikan laju kendaraannya untuk menyaksikan aksi tersebut. Bahkan beberapa pengguna jalan dan supir angkutan yang semula hanya menyaksikan perkelahian akhirnya turut memukuli anak Punk itu. Supir itu nekat menghentikan kendaraannya di tengah jalan hanya untuk memukuli anak punk yang dinilai kerap membuat resah penumpang. ”Anak Punk berhasil kabur setelah ada orang yang melerai perkelahian,” katanya. Akibat pemukulan ini anak punk itu mengalami luka dan memar di bagian wajah.
Berbeda dengan Ayu, karyawati swasta ini justru melihat aksi pemukulan ini akibat ulah dari perilaku kasar anak-anak punk tersebut. Saat mengamen, mereka kerap bersikap kasar, arogan hingga memaksa penumpang untuk memberikan uang. “Mereka kalau mengamen suka memaksa dan kasar. Kadang kalau tidak diberikan suka marah dan menghina. Mungkin karena mereka seperti itu jadi mereka dipukuli. Lebih bagus lagi kalau sampai mereka ditangkap polisi supaya jera,” paparnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cikupa AKP Endang mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan laporan terkait aksi pemukulan tersebut, namun pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tidak main hakim sendiri. “Apabila ada pihak yang dirugikan sebaiknya dilaporkan ke kepolisian, tidak perlu main hakim sendiri. Masih ada hukum di negara ini,” tukasnya.
Terkait keluhan masyarakat, ia berencana melakukan pembinaan terhadap anak-anak Punk dan pengamen jalanan. Dia juga berharap peran serta Pemda agar kegiatan ini berjalan optimal. “Anak jalanan dan pengamen perlu diberikan keterampilan khusus serta pembinaan rohani yang tepat. Sehingga mereka bisa berperilaku lebih baik, memiliki kegiatan positif dan tidak lagi meresahkan masyarakat,” pungkasnya. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.