Berkas Tak Lengkap, Eksekusi Agus & Maman Batal

SERANG,SNOL Pelaksanaan eksekusi yang dilakukan Kejari Serang terhadap dua terdakwa kasus korupsi pengadaan lahan untuk sistem pertanian terpadu (Sitandu) Rp67,06 miliar pada Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Banten pada APBD tahun anggaran 2009 dan 2010, Senin (10/9) batal digelar.
Kepala Kejari Serang, Sudarwidadi mengatakan, pembatalan eksekusi terhadap mantan Kepala Biro Umum dan Perlengkapan, Agus Randil, dan mantan Koordinator PPTK Biro Umum dan Perlengkapan Maman Suarta  disebabkan berkas persyaratan eksekusi yang diajukan Jaksa eksekutor melalui Kasi Pidsus, ada yang belum dilengkapi, sehingga harus disusun ulang.
“Kami kembalikan lagi ke Pidsus, untuk dilengkapi agar pelaksanaan eksekusi bisa dilaksanakan,” kata Sudarwidadi, kepada wartawan. Sudarwiadi tidak menjelaskan apa dan bagian mana yang belum lengkap.
Sudarwidadi juga belum bisa memastikan waktu pelaksanaan eksekusi. “Itu tergantung dari penyelesaian administrasinya. Jadi, kami belum bisa memprediksi kapan proses eksekusi itu digelar,” imbuhnya.
Rencana eksekusi terhadap dua terdakwa kasus korupsi pengadaan lahan pertanian terpadu Rp67,06 miliar pada Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Banten pada APBD tahun anggaran 2009 dan 2010, merupakan reaksi atas turunnya putusan Mahkamah Agung (MA) terkait kasasi yang diajukan Jaksa dari Kejari Serang, mengenai penguatan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Serang.
Dalam putusan kasasi, MA menguatkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Serang, sehingga Agus diaganjar hukuman selama empat tahun enam bulan penjara dan Maman diganjar hukuman lima tahun penjara. Keduanya juga dibebankan denda Rp500 juta subsidair empat bulan kurungan.
Kasi Pidsus Kejari Serang, Triono Rahyudi mengatakan,  Kejari Serang sudah menerima salinan putusan MA pada tertanggal 4 September 2012, yang menguatkan putusan PN Serang. Dengan keluarnya surat putusan tersebut, maka Kejari Serang sebagai eksekutor melaksanakan putusan itu dengan mengeksekusi kedua terpidana yang saat ini masih tahanan titipan PN Serang.
Triono menjelaskan, pelaksanaan eksekusi terhadap dua terdakwa tidak sulit karena yang bersangkutan sudah mendekam di Rutan Serang. Bersamaan dengan eksekusi itu, lanjut Triono, kedua terdakwa dipindahkan ke sel tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Serang dengan statusnya menjadi terpidana. ”Meski terdakwa melakukan pengajuan PK, namun putusan kasasi itu sudah mengikat, tidak bisa menghalangi proses eksekusi,” ujarnya.(bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.