71 Buruh PT WS Keracunan Makanan

TANGERANG,SNOL Diduga akibat menyantap nasi dicampur telur, bihun dan sambal dalam kemasan katering yang disediakan perusahaan, sebanyak 71 karyawan PT Wiles Steel, Desa Mekar Jaya Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang muntah-muntah. Kondisi yang parah memaksa para korban harus dilarikan ke klinik terdekat.
Keracunan massal terjadi Selasa (18/9) dini hari sekitar pukul 03.35 Wib, tepatnya pada shift tiga malam. Peristiwa berawal ketika pada pukul 12.00 Wib malam, para karyawan perusahaan baja tersebut mengisi waktu istirahatnya dengan menyantap makanan yang telah disediakan oleh perusahaannya. Setelah menyantap menu makanan nasi, telur balado, dan bihun dicampur sambal, para karyawan kembali melanjutkan aktifitas kerjanya.

Setelah bekerja selama lebih dari 2 jam, tiba-tiba beberapa karyawan mengalami pusing dan muntah-muntah. Merasa butuh pertolongan, karyawan yang mengalami keracunan itupun langsung dilarikan ke klinik Rumah Bersalin Salsabilla, Korelet Kecamatan Panongan, yang buka 24 jam. “Saya dan teman lainnya langsung dibawa ke klinik, agar mendapatkan pertolongan pertama,” ujar Ahmad (27) salah satu korban keracunan tersebut saat ditemui di klinik Salsabila, kemarin.

Menurut Ahmad, kejadian tersebut baru pertama lalinya terkjadi di tempat kerjannya. “Sudah dua tahun saya bekerja di sini, dan ini kejadian yang pertama,” terangnya. Menurut Dokter Tineke yang menangani puluhan korban keracunan tersebut, korban berdatangan ke kliniknya secara bergantian. “Setelah 10 orang ditangani, datang lagi yang lainnya, begitu seterusnya, hingga kami sempat kewalahan,” paparnya.

Tineke mengatakan, para korban murni keracunan makanan yang dikonsumsi. “Hasil sementara ini memang keracunan makanan, tapi untuk jenis racunnya sendiri kami belum tahu, karena sampelnya langsung diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji lab,” terangnya. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Naniek Isnaeni mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan petugas ke lokasi pagi hari setelah menerima informasi. “Menu makannya telor dan bihun. Sebanyak 69 karyawan dilarikan ke klinik dan dua lagi dirujuk ke RS Al Qadr karena pertimbangan medis,” ujarnya.

Ia menampik kedua orang yang dirujuk ke RS Al Qadr lantaran menderita sakit parah. Diperkirakan dua hari kedepan, karyawan tersebut sudah sehat kembali. Sementara 69 karyawan lainnya hingga siang kemarin sudah mulai pulih dan meninggalkan klinik. Selain itu, Petugas Dinkes juga sudah mengambil sample makanan katering karyawan pabrik itu berupa telor dan Bihun. Nantinya akan dibawa ke Laboratorium Puspiptek dan Laboratorium Kementrian Kesehatan (Kemenkes). “Untuk hasil pemeriksaannya bisa satu hingga dua minggu lamanya. Dugaan sementara keracunan ditimbulkan dari makanan katering,” tandasnya. (eky fajrin/fajar ditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.