Taekwondo Banten Datangkan Pelatih Korea

SERANG, SNOL Minimnya prestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, membuat Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten mencari solusi. Salah satunya dengan mendatangkan pelatih taekwondo langsung dari Korea Sselatan.
Diketahui, target dua keping emas di PON XVIII, gagal dipenuhi kontingen Banten. Di pesta olahraga terbesar di tanah air itu, taekwondoin Banten hanya mampu mendulang satu keping perak dan satu keping perunggu. Selain gagal memenuhi target, hasil tersebut juga turun bila dibandingkan pada PON sebelumnya. Kala itu, taekwondo Banten mampu mendulang satu perak dan tiga perunggu.

Ketua Umum Pengprov TI Banten Chaery Wardana mengatakan, karena turunnya prestasi maka pihaknya telah mendatangkan pelatih khusus nomor poomsae. Satu pelatih yang didatangkan yakni Dong Gili. Pria yang kerap disapa Wawan itu menjelaskan, kedatangan Dong Gili, didapat hasil dari kerjasama dengan KOIKA, yang merupakan suatu badan yang berada di kedutaan Korea yang ada di Indonesia, khusus untuk menangani kerjasama olahraga taekwondo.

“Saya harap, kedatangan pelatih langsung dari kiblatnya olahraga taekwondo ini, bisa mengangkat prestasi kita,” papar pria yang kerap disapa Wawan itu. Dong Gili merupakan pelatih internasional nomor poomsae. Namun, di Banten nanti, ia tidak hanya melatih satu nomor tersebut. Karena ia merupakan juara nasional taekwondo kelas feather, ia juga akan diberdayakan untuk melatih nomor tarung atau Gyorugi.
Dong Gili sudah berada di Indonesia sejak 15 September lalu. Tapi, selama dua bulan ke depan, ia belajar bahasa Indonesia agar komunikasi dengan atlet nantinya bisa lancar. Setelah kursus bahasa Indonesia, ia baru melakukan persentasi di depan seluruh atlet dan pengurus TI Banten.

“Paling cepat, ya Desember nanti Dong Gili sudah jadi pelatih kita,” ucapnya. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov TI Banten Fiva Zabreno mengungkapkan, kedatangan pelatih dari Korea tersebut diyakini bisa mengangkat prestasi taekwondo.
Apalagi, bidikan mereka selanjutnya di PON remaja yang akan berlangsung 2014 mendatang. Di ajang tersebut, ia optimistis, lebih dari dua emas mampu disumbang taekwondoin Banten. (arf/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.