Lusia Novia Sari (22), Peraih Gelar Student of the Year UPH

Student of the Year. Itulah penghargaan yang diterima Lusia Novita Sari (22) mahasiswi semester akhir Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci Kecamatan kelapa Dia, pada Senin (24/9) malam. Penghargaan tersebut adalah hadiah dari prestasi akademik dan juga peran aktifnya di beberapa organiasasi dalam dan luar negeri.
Kaget dan syok, itulah yang dirasakan dara cantik kelahiran Jakarta 1990, saat namanya dipanggil untuk naik keatas panggung menerima penghargaan paling bergengsi dikampusnya. “Teman-teman aku yang menjadi nominasi pun enggak kalah hebatnya, wah aku benar-benar syok sekaligus bersyukur,” katanya.

Penghargaan Student of the Year untuk mahasiswi tingkat akhir HI ini, ternyata adalah buah hasil dari kegiatan positif serta segudang prestasi akademik yang konsisten dia dapatkan. Lusia mengaku, selama berkuliah di UPH, indeks prestasi komulatif (IPK) nya selalu berada diatas 3,5.
Bukan berarti Lusia menjadi mahasiswi yang kutu buku, gadis yang mengaku tidak bisa diam hanya belajar dikelas ini pun mengikuti segudang kegiatan organisasi baik dalam dan luar negari. Seperti masih menjabatnya Lusia sebagai Wakil Presiden Indonesian Student Association For International Studies (ISAFIS)

Dari organisasi bertaraf internasional ini, Lusia berkesempatan mengunjungi beberapa negara. “Seperti Jerman dan Jepang. Aku mengikuti student exchange yang diselenggarakan oleh PIMS & CEMS University of Cologne, Jerman dan Institute of International Relations (IIR) Keio University, Jepang,” aku Lusia.

Lalu berlanjut ke Singapore, bersama para mahasiswa berprestasi lain, Lusia ditugaskan sebagai delegasi ISAFIS untuk mengikuti Harvard World Model United Nations. Terakhir pada Maret lalu, gadis yang pernah menjabat sebagai Presidium Nasional Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia ini, pergi ke Kamboja untuk mengikuti ASEAN People’s Forum di Phnom Penh.

Kepeduliannya pun tetap berlanjut dengan bergabungnya Lusia di Indonesian Future Leaders, organisasi pemuda yang bergerak dibidang pengabdian masyarakat. Tidak berhenti sampai disitu, bersama keenam sahabatnya, anak pertama dari empat bersaudara ini, tengah merintis bisnis education consultant.

“Kita mendirikan 7th Floor Consulting, yang bergerak di bidang memberikan pelatihan diplomasi bagi siswa SMA dan mahasiswa,” ujar Lusia. Setelah lulus nanti, Lusia tetap berencana mengikuti kegiatan community service yang suka relawan mengajar di desa-desa kecil. Seperti kegiatan Pengajar Muda yang didirikan oleh Anies Baswedan, Rektor Paramadina. Dan tentu sesuai dengan ilmu perkuliahannya, Lusia masih memendam keinginannya untuk menjadi seorang diplomat Indonesia yang ditempatkan disuatu negara. “Ya itu sudah jadi cita-citaku, mungkin juga keinginan mahasiswa Hubungan Internasional lainnya. Tapi tetap, perjalanan itu masih panjang,” tutupnya seraya tersenyum.(pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.