Besok Akses 8 Kawasan Industri Mau Diblokir

CURUG,SNOL Sebanyak 12 elemen serikat buruh yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tangerang Raya (ALTTAR) akan melakukan aksi mogok nasional pada 3 Oktober besok. Pernyataan ini diungkapkan usai deklarasi ALTTAR di Lapangan Pertamina Bitung, Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, Minggu (30/9).
Dalam aksi nanti buruh akan menutup akses ke 8 kawasan industri di Kabupaten Tangerang. Presidium ALTTAR, Koswara mengatakan, aliansi ini terbentuk dari berbagai serikat atau organisasi buruh yang ada di Kabupaten Tangerang. Diantaranya, FSBKU-KSN, SBM, SBSI 1992, Gapermindo, KSBSI, KEP SPSI, SBPS, SBJP, SPTP Tuntex, Serabutan, SPTP Tung Mung dan PRP.

“Agenda pertama usai deklarasi di Bitung, ribuan buruh yang tergabung dalam ALTTAR akan menggelar aksi mogok bersama pada 3 Oktober mendatang,” tegasnya kepada Satelit News, usai deklarasi.

Koswara menegaskan organisasi yang bergabung dalam ALTTAR memiliki pemahaman yang sama dalam persoalan buruh yang ada saat ini. Setidaknya ada empat pernyataan sikap yang disampaikan oleh buruh dalam deklarasi ini. Diantaranya, mendukung segala bentuk perlawanan yang dilakukan kaum buruh di berbagai kota, menuntut negara bertanggung jawab dan segera menghapuskan sistem kerja kontrak dan outsourching, Menolak dan melawan segala politik upah murah terhadap kaum buruh dan berlakukan upah layak. Mengajak semua lapisan masyarakat untuk melakukan aksi mogok nasional pada tanggal 3 Oktober.
“Nanti aksi mogok merata di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Semua elemen yang tergabung dalam ALTTAR akan menginstruksikan semua jaringannya untuk mogok kerja. Rencana aksi mogok dari tanggal 3 hingga 5 Oktober mendatang ini sebagai bentuk perlawanan kami terhadap ketidakadilan yang dialami buruh,” tandasnya.

Sementara, dalam aksi nanti buruh akan menutup semua akses ke sejumlah kawasan industri di Kabupaten Tangerang, antara lain Kawasan Industri Balaraja, Kawasan Industri Olek, Kawasan Industri Cikupa Mas, Kawasan Industri Pasar Kemis, Kawasan Industri Manis, Kawasan Industri Milenium Tigaraksa, Kawasan Industri Jabalrud dan Kawasan Industri Bunder.

“Kaum buruh sudah tidak bisa lagi dibohongi dan sudah saatnya bersatu dan melakukan perlawanan terhadap bentuk penindasan yang selama ini dirasakan. Sistem kerja kontrak dan outsourching serta politik upah murah adalah bentuk penindasan dan penghisapan yang hari ini harus dilawan oleh seluruh masyarakat, terutama kaum buruh. Hampir seluruh buruh merasakan kejamnya sistem tersebut,”jelasnya.

Perwakilan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92, Joni menambahkan, kaum buruh harus menjadi pelopor pergerakan menuntut pertanggungjawaban negara untuk melindungi seluruh rakyatnya. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menghimpun persatuan organisasi untuk melakukan aksi mogok.

“Sehingga pada saatnya nanti buruh mampu melakukan aksi mogok nasional secara serempak di berbagai kota/kabupaten. Karena hanya dengan itulah suara kaum buruh bisa didengar oleh rezim SBY-Boediono yang hari ini tuli dan tutup mata akan kesengsaraan yang dialami oleh kaum buruh,” cetus Koswara. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.