DPS Kelapa Dua Turun 10 Ribu

TIGARAKSA, SNOL Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kelapa Dua menemukan fakta cukup mencengangkan terkait jumlah daftar pemilih sementara (DPS) pada Pemilukada Bupati/Wakil Bupati Tangerang 2012. Berdasarkan hasil pleno PPK, jumlah DPS di wilayah tersebut mengalami penurunan hingga 10 ribu.
“Dari hasil rapat pleno penentuan DPS (Daftar Pemilih Sementara) terjadi penurunan hampir 10 ribu pemilih, yakni dari 111 ribu yang terdapat dalam DP4, setelah diverifikasi hanya ada 94.940 pemilih saja,” jelas anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kelapa Dua Wahyu Priatno kepada Satelit News Senin (1/10).

Jumlah ini bahkan lebih sedikit dari pemilih saat penyelenggaraan Pilgub 2011 lalu.  Kondisi ini katanya berbanding terbalik dengan jumlah pertambahan penduduk seiring dengan jumlah komplek perumahan yang terus tumbuh. Salah satu penyebabnya adalah lantaran banyaknya warga yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)  Kabupaten Tangerang.

Wahyu menjelaskan, terlacaknya warga yang belum memiliki KTP Kabupaten Tangerang  atau yang ber KTP ganda tersebut berkat digunakannya sistem NCR  (karbonisasi) saat verifikasi pendataan pemilih.  “Dengan adanya NCR tersebut, membuat PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) wajib mendatangi tiap rumah, hal ini efektif untuk menyisir data riil penyusunan DPT,” jelasnya.

Lurah Bojong Nangka Samsudin membenarkan masih banyaknya warga yang belum memiliki KTP Kabupaten Tangerang. Samsudin menambahkan, diperkirakan dari 40 ribu jumlah penduduknya masih ada 30 persen warganya yang belum ber KTP Kabupaten Tangerang.  “Entah kesadaran yang kurang atau karena mereka malas mengurus persuratan sehingga banyak warga yang belum memiliki KTP Kabupaten Tangerang, sehingga mereka tidak tercatat sebagai pemilih di Pilkada nanti,” jelas Samsudin.

Samsudin menambahkan pihak kelurahan sebenarnya telah mengupayakan dengan segala cara untuk memberikan pengertian agar mereka mau memiliki KTP Kabupaten Tangerang, namun sayang banyak yang belum mengikuti saran tersebut.

Sementara anggota Panwas Kecamatan Kelapa Dua  Dedi Sudarman mengatakan, jika tidak dicermati dengan seksama, maka banyaknya warga yang telah tinggal lama dalam satu daerah namun belum memiliki KTP sehingga tidak tercatat dalam daftar pemilih bisa menjadi potensi konflik dalam Pemilukada.

Untuk itu, Dedi mengharapkan kepada PPK khususnya PPDP untuk tetap berkomitmen menjalankan tugasnya sesuai dengan rambu-rambu yang berlaku. “Telah disepakati bahwa seseorang bisa menjadi pemilih jika dapat membuktikan kepemilikan KTP atau rekomendasi dari pemerintah setempat, untuk itu diharapkan untuk tetap menjalankan sesuai aturan,” jelas Dedi. (hendra/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.