Hujan Badai, Satu Orang Tewas, Reklame, Pohon dan Bangunan Tumbang

SERPONG, SNOL Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Tangerang, Selasa (2/10) sore. Akibatnya, puluhan pohon, gedung dan papan reklame di wilayah tersebut bertumbangan. Bahkan, seorang pegawai minimarket tewas tertimpa baja bangunan minimarket yang ambruk diterpa angin kencang.
Sekretaris Kecamatan Legok, Arief Rachman mengatakan, empat desa di Kecamatan Legok diterjang puting beliung. Diantaranya Desa Legok, Desa Kemuning, Desa Caringin dan Desa Cirarab. Informasi sementara yang diterimanya puluhan rumah rusak dan satu orang pegawai minimarket meninggal dunia.

“Dari laporan yang masuk di Desa Legok sebanyak 75 rumah rusak, di Desa Kemuning 10 rumah rusak, di Desa Caringin seorang pegawai minimarket dilaporkan meninggal tertimpa baja atap minimarket yang ambruk, dan jumlah rumah rusak masih didata. Sedangkan di Desa Cirarab masih dilakukan pendataan, informasi ada juga rumah yang rusak,” katanya kepada Satelit News, Selasa (2/10).

Selain rumah rusak, puluhan pohon juga tumbang. Bahkan petugas kecamatan dan desa harus bekerjasama memotong pohon yang menutupi jalan di Desa Legok. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kabupaten Tangerang, Kadmita mengatakan, sejauh ini pihaknya baru menerima laporan rumah yang tertimpa pohon dan sejumlah rumah warga yang gentengnya berterbangan di Legok.

“Beberapa rumah dilaporkan rusak dan beberapa genteng rumah warga beterbangan. Tapi yang rusak ringan sudah diperbaiki, warga khawatir hujan turun lagi,”kata Kadmita.

Kadmita juga mengaku sudah mengirimkan anggotanya untuk memeriksa kondisi di lapangan terkait korban bencana puting beliung. “Sejauh ini laporan baru Legok saja. Ya kita lihat saja perkembangannya besok, apakah ada penambahan rumah rusak dan korban atau tidak,” ucapnya.

Parma, salah seorang warga Desa Kemuning, Legok mengatakan, salah satu rumah bahkan ada yang tertimpa pohon kecapi. “Akibat angin puting beliung pohon kecapi tumbang dan menghantam rumah. Untungnya tidak ada korban jiwa,” ujar Parma, salah seorang warga setempat.
Parma menjelaskan, akibat hujan yang disertai angin kencang tersebut puluhan atap rumah warga porak poranda. “Selain rumah-rumah warga, atap gedung UPT Pendidikan Kecamatan Legok juga berhamburan diterbangkan angin,” ungkap Parma.

Di Kota Tangerang Selatan, hujan yang terjadi mulai pukul 16.00 tersebut telah mengakibatkan sebuah gedung penyimpanan mobil di Keluarahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara roboh. Akibatnya, dua kendaraan yang tengah diparkir jenis Honda Accord B 8890 FA dan pick up B 9368 NAE rusak tertimpa bangunan tersebut. “Puting beliung juga merobohkan pohon di rumah warga. Dapur rumah saya saja rusak tertimpa pohon,” ucap Arul, warga setempat.

Akibat peristiwa itu, lanjut Arul, sejumlah warga panik dan sibuk beres-beres rumah dan kendaraan mereka yang tertimpa robohan bangunan. Warga juga masih panik lantaran cuaca masih mendung, dan hujan yang disertai angin masih mungkin melanda kampung tersebut. “Ini lagi beres-beres rumah. Banyak rumah tetangga juga yang tersapu angin,” singkatnya.

Selain itu angin kencang yang menyapu Tangsel juga mengakibatkan sebuah papan reklame ukuran besar di Jalan Raya Serpong, tepatnya di depan Arhanud tumbang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, akibat peristiwa itu, kemacetan panjang terjadi. Para pengguna jalan pun terpaksa antre untuk menghindari tumbangnya papan reklame tersebut. Sejumlah petugas kepolisian juga terpaksa turun tangan untuk mengatasi kemacetan dan mengevakuasi bangkai papan reklame.

Sementara itu di wilayah Pondok Aren, Kota Tangsel, dua rumah warga di Kampung Lio, RT 3/1 No 43, tertimpa tembok bangunan baru milik perumahan Mahagoni, Pondok Aren.

Menurut Poniran (49), warga setempat, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 wib itu berawal saat hujan yang disertai angin kencang. Tiba-tiba, terdengar bunyi benda rubuh di belakang rumahnya. “Dapur saya rusak ketimpa tembok baru rumah di perumahan Mahoni,” ungkap Poniran. Beruntung, saat kejadian itu tidak ada orang di dalam rumah. “Alhamdulillah hanya dapur saja yang rusak parah,” katanya. Dia berharap, perumahan Mahagoni mau mengganti rugi kejadian ini. “Bangunan itu sejak sebelum lebaran tidak dilanjutkan, sehingga goyang dan rubuh,”katanya.

Sementara itu, Badan Meteorogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ciputat memperkirakan, memasuki musim pengujan dari musim kemarau ini sangat memperngaruhi sikulus awan culmunilumbus, atau awan hujan. Dimana, kedatangan awan ini kerap disertai angin kencang. “Ketika awan kumulonimbus ini pecah menjadi butiran hujan, saat itulah biasanya didahului dengan puting beliung dan petir secara tiba-tiba. Lamanya angin puting beliung bervariasi tergantung kekuatan awan yang terbentuk. Namun, seringkali berlangsung 5-10 menit,” kata Bambang Suryo, Prakirawan Cuaca BMKG Ciputat.

Menurut Bambang, kecepatan angin puting beliung juga berbeda-beda. Menjadi sangat cepat ketika pertumbuhan awan kumulonimbus tinggi. Puting beliung dapat terjadi ketika perubahan musim hujan ke musim kering maupun sebaliknya. “Waspada tetap perlu, karena perpindahan musim sangat mungkin menimbulkan angin puting beliung,” singkatnya.

Petir Bakar 2 Rumah
Di Lebak dilaporkan, dua rumah warga Kampung/Desa Cidadap Kecamatan Curugbitung, hangus terbakar setelah disambar petir. Kedua rumah tersebut milik Saniman (40) dan Sukri (45).

Salah seorang saksi mata, Sahroni mengatakan, saat itu hujan gerimis, tiba-tiba petir menyambar kabel listrik pada atap rumah Saniman. “Saat petir menyambar, tiba-tiba percikan api menyala di bagian atap rumah Saniman, api langsung menyebar dan membakar rumah Saniman,” ujarnya.

Rumah Sukri yang bersebelahan dengan rumah Saniman pun ikut terbkar. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (mg2/pane/hendra/aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.