Kasus Omih Disoroti DPR

TANGERANG, SNOL Kasus pemenjaraan buruh PT Panarub Dwikarya, Omih binti Sanen mendapat perhatian khusus dari Komisi IX DPR RI. Bahkan DPR menilai kasus tersebut sebagai upaya perusahaan menjadikan Omih sebagai “Marsinah baru”.
Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning menyesalkan pihak PT Panarub Dwikarya (PDK) Tangerang yang memenjarakan salah satu karyawannya lantaran mengirimkan pesan singkat (SMS) berupa teror bom lantaran tidak diberikan izin cuti untuk merawat anaknya, sehingga anak tersebut meninggal.

“Nasib yang menimpa karyawan bernama Omih tersebut seolah seperti nasib buruk yang menimpa seorang buruh pada masa Orde Baru, Marsinah. Itu tidak bisa dibiarkan, saya pribadi akan memberi catatan khusus pada kasus ini,” jelas Ribka, saat dihubungi Satelit News, Kamis (4/10) malam.

Menurut Ribka, bagaimanapun, penindasan terhadap seorang Omih harus dientaskan. Terlebih, penahanan Omih seakan buruh tersebut tidak dapat perlindungan hukum. “Besok (hari ini) saya akan datang langsung ke LP Wanita di Tangerang untuk menjenguk Omih. Jangan sampai kasus ini jadi seperti Marsinah,” jelas Ribka.

Ribka menegaskan, tidak seharusnya pihak perusahaan menunjukan sikap represif terhadap para buruh. Dia juga mengingatkan agar perusahaan senantiasa memperhatikan secara penuh kesejahteraan para buruh. “Apalagi saya dapatkan laporan, semua ini bermula pada sebuah SMS, dampak kekesalan Omih kepada perusahaan yang tidak memberikan hak cutinya. Sampai-sampai anaknya meninggal. Belum lagi, perusahaan memecat 163 orang buruh yang memperjuangkan Omih,” jelasnya.

Disinggung soal pendampingan hukum atas Omih, politisi PDI Perjuangan ini akan memberikannya. Bahkan, dia langusng akan meminta dan menyarankan kepada pihak pemerintah, yakni Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mengawasi proses ketenagakerjaan di lingkungan perusahaan.

Terpisah, Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) juga akan melakukan aksi besar di kantor kepolisian dan juga LP Perempuan Tangerang, Jumat (5/10), hari ini. Hal ini mereka lakukan untuk memberikan dukungan moril kepada Omih yang sampai saat ini mendekam di dalam Lapas Wanita Tangerang. “Sudah kami pastikan, kami akan aksi besok (hari ini),” ucap Kokom, salah satu ketua serikat pekerja yang tergabung dalam GSBI, semalam.

Sebagaimana diketahui, Omih ditahan pihak kepolisian Polres Metro Tangerang, dan kini menjadi tahanan titipan di LP Wanita Tangerang. Omih ditangkap lantaran menyebarkan SMS teror bom kepada atasnnya di PT Panarub Dwikarya, melalui nomor telepon genggamnya sendiri, beberapa waktu lalu. (pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.