Massa ’Sandera’ Terdakwa Penggelapan

TANGERANG,SNOL Kericuhan di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tangerang kembali terjadi. Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan, Robin Ong (54) terperangkap saat puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pembela Masyarakat Indonesia (APPMI), mengepung ruang sidang utama, Kamis (4/10).
Jauh sebelum sidang dimulai, massa terlebih dahulu menggelar aksi demo di depan pintu gerbang PN Tangerang. Menurut para pemuda ini, penangguhan penahanan terhadap terdakwa adalah sesuatu yang luar biasa dalam dunia peradilan Indonesia.

“Kenapa hakim memberi penangguhan penahanan? Padahal Polda Metro Jaya sebelumnya menetapkan dia sebagai DPO karena melarikan diri saat tahap penyidikan. Kami mempertanyakan alasan majelis hakim,” tegas Koordinator aksi David Duasikal.

Para pemuda ini marah setelah mengetahui terdakwa mendapat penangguhan penahanan dari majelis hakim. Kelompok pemuda ini menuntut agar terdakwa kasus dugaan penggelapan jasa pengurusan BPKB mobil mewah ini ditahan lantaran dianggap telah melakukan tindak pidana penggelapan hingga merugikan orang lain, yakni atas nama Samuel Bob Hansen.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini menghadirkan empat saksi, salah satunya saksi yang melaporkan Robin Ong yakni Samuel Bon Hansen. Setelah sidang berakhir, puluhan masa langsung masuk ke dalam ruangan. Mereka menuntut supaya Robin Ong ditahan.
“Dia harus ditahan. Dia sudah salah dan pernah jadi DPO. Masak dibiarkan bebas begitu. Hukum harus ditegakkan,” ujar salah seorang pendemo kepada Ketua Majelis Hakim Toga Napitupulu.

Mereka bahkan sempat ingin menutup pintu ruang sidang untuk memastikan bahwa terdakwa tidak bebas begitu saja. Beruntung aksi tidak berlangsung anarkis. Karena aksi tersebut, polisi langsung menjaga Robin Ong. Aksi masa itu berlangsung hingga 30 menit. Setelah berunding dengan polisi, puluhan masa akhirnya membubarkan diri. “Pokoknya dia harus ditahan, kalau tidak, kita akan kembali datang ke pengadilan dengan masa lebih banyak,” tegasnya.

Kuasa hukum Samuel Bon Hansen, Ronny Talapessy mengatakan, kasus ini berawal saat kliennya ditawarkan Robin Ong untuk membantu mengurus BPKB mobil di Samsat BSD. Samuel pun meminta Robin untuk menyilangkan nomor polisi mobil Jaguar miliknya dari B 35 ELF menjadi B 1384 NER.

“Robin Ong berjanji bisa mengurus BPKB 1 minggu selesai. Kemudian terdakwa minta transfer Rp 22 juta ke rekening yang dia berikan. Setelah uang ditransfer, kita lakukan kroscek ke Samsat. Ternyata pengurusan BKPB mobil klien saya itu fiktif,” katanya usai persidangan.

Nomor rekening yang diberikan oleh Robin Ong, ternyata milik temannya bernama Ahmad Fauzi. Dan uang Rp 22 juta yang diberikan ternyata untuk membayar hutang Robin Ong kepada Ahmad Fauzy. “Lalu saya bersama Samuel langsung melaporkan Robin Ong ke Polda Metro Jaya atas kasus penipuan dan penggelapan,” ujarnya

Sementara, setelah tertahan didalam ruang pengadilan hampir setengah jam, Robin Ong, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan pengurusan nomor polisi mobil mewah akhirnya dievakuasi pihak kepolisian. Robin dibawa keluar ruangan dengan pengawalan ketat pihak kepolisian setelah sebelumnya dilakukan negosiasi antara massa dengan polisi.

Massa yang bersatu dalam Aliansi Pemuda Pembela Masyarakat Indonesia (APPMI) akhirnya tarik mundur setelah pihak kepolisian mengelabui dengan membawa sebuah mobil tahanan bagi Robin. Mantan wartawan Tempo ini akhirnya dibawa dengan sebuah mobil kijang bernopol B 1425 CW sekitar pukul 14.00 wib. (made/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.