Tersangka Penilep Pajak Samsat Miliki Rumah Mewah

LEBAK, SNOL Tersangka penggelapan penerimaan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Baru (BBNKB) Rp1,68 miliar berinisial DSF, memiliki rumah mewah di Jalan Beringin Komplek Pemda RT 04/03 Kelurahan Cijoropasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Rumah mewah milik tersangka berada paling depan di  Jalan Beringin Komplek Pemda tersebut. Komplek Pemda Cijoropasir memang dihuni banyak pejabat Kabupaten Lebak. Sekda Lebak, Dede Jaelani pun berumah tinggal di komplek tersebut. Rumah Dede nyaris sama dengan rumah lainya alias biasa-biasa saja. Namun rumah milik tersangka DSF berdiri megah di atas lahan sekitar 500 meter persegi.

Saat wartawan mendatangi rumah megah tersebut, gerbang rumah terkunci dan tak ada satu orangpun terlihat di rumah tersebut. “Istrinya bernama Bu Siti, juga jarang terlihat. Tapi biasanya ada yang nunggu dan ngurus rumah itu, namanya Pa Wahyu,” kata Ny Neng, tetangga DSF yang rumahnya bersebrangan dengan rumah megah.

Wartawan kemudian mencoba untuk menemui keluarga tersangka, namun tetap saja tak ada yang keluar dari rumah tersebut. Wahyu yang konon mengurus rumah itupun tak kunjung membukakan pintu. Namun dari celah gerbang telihat ada sebuah mobil di dalam rumah. Mobil jenis Xenia berwarna merah tua bernomor polisi F 1349UJ.

Ketua RT 04/03 Komplek Pemda, Maman mengungkapkan, kehidupan DSF cenderung tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga serta warga di komplek itu. “Ya itu rumahnya, pokonya yang paling mewah dan gede. Tapi saya jarang lihat, itu rumahnya sudah empat tahun dibangun,” ungkapnya.

Maman mengaku tidak pernah melihat DSF karena yang bersangkutan memang kurang bergaul. “Saya kurang tahu, katanya dia tugas di Tangerang. Sama istrinya pun saya tidak tahu, katanya PNS juga tapi ga tau di Serang atau di Cilegon. Dia memang pernah ngundang warga waktu ada selamatan rumah. Itu dulu, sudah lama sekali,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Provinsi Banten, Zaenal Mutaqin mengatakan, saat ini tersangka DFS sudah tidak lagi menjabat sebagai kasir dan control register (CR) di UPT Samsat Lebak. DFS diturunkan menjadi staf di UPT Samsat setempat. Penurunan tersebut, lanjut Zaenal, langsung dilakukan karena yang bersangkutan merupakan pegawai DPKAD Provinsi Banten.

“Berhubung saya atasannya, maka langsung saya turunkan saja supaya memberikan efek jera. Tapi saya tidak memiliki wewenang untuk memberhentikannya, karena itu merupakan tugas dari BKD,” kata Zaenal. (sep/dan/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.