Jepang Sudah Survei Tangsel Tahun Lalu

SERPONG, SNOL Diam-diam, Jepang sudah melakukan study kelayakan ke Kota Tangsel terkait rencana Smart City. Bahkan sejak Desember tahun lalu Jepang sudah datang ke Tangsel untuk mensurvei dan menindaklanjuti kerjasama pemerintah Jepang dengan Indonesia itu.
Kepala Fisik dan Sarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel, Musni Ahyani membenarkan hal itu. Menurutnya, rencana tersebut sudah berlangsung sejak setahun yang lalu saat melakukan pemaparan dengan Menko Perekonomian, Hatta Rajasa di Hotel Nico, Jakarta.

Dalam pemaparan tersebut, Hatta Rajasa menyatakan Tangsel layak menjadi smart city. “Kebetulan saya yang dipanggil oleh Pak Menteri dan memaparkan potensi Tangsel. Awalnya NEDO Jepang yang menawarkan presentasi ke kita terkait smart city, dan mereka sangat respon dengan apa yang dipaparkan Tangsel dengan segala potensinya,” ungkap Musni Ahyani.

Musni menceritakan, NEDO memilih Tangsel sebagai kota yang bisa dijadikan smart city dikarenakan sudah memenuhi kriteria. Diantaranya Tangsel memiliki berbagai potensi dengan adanya pengembang besar di dalamnya,seperti BSD, Alam Sutera, Cowel, Bintaro Jaya dan sebagainya. Tidak hanya itu, kehidupan masyarakat pun tergolong kelas menengah ke atas, sehingga mudah dilakukan penataan ke arah yang efesiensi. Seperti efesiensi transportasi dan lain sebagainya.

“Kita tidak begitu tahu kenapa Tangsel dapat terpilih, padahal yang presentasi waktu itu wilayah se-Jabodetabek. Jepang berharap Tangsel bisa menjadi contoh seperti smart city di Amsterdam Belanda,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat Jepang akan melakukan survei study lanjutkan. “Kita hanya menyiapkan data seperti pemaparan RTRW dan sebagainya, dan hanya melakukan pendampingan saja,” jelasnya.

Ditanya apakah Tangsel sudah memadai untuk menjadi smartcity, mmenurut Husni dari segi infrastruktur memang belum memadai dikarenakan masih ada kemacetan. “Perlu adanya perubahan perilaku manusia dan tertib lalu lintas seperti di Singapura. Namun, Tangsel akan menyiapkan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat untuk menuju smart city,” katanya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, dalam forum 4th Indonesia-Japan Joint Economic Forum (IJ-JEF) di Tokyo, Senin (8/10) mengatakan, Jepang akan segera melakukan feasibility study untuk merancang masterplan smart city di Tangsel.

Melalui pengembangan Smart Community Innitiatives yang tertuang dalam program MPA (Metropolitan Priority Areas) dengan Jepang itu diharapkan Tangsel akan menjadi kota satelit di sekitar Jakarta yang memiliki infrastruktur yang memadai. (irm/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.