Kandidat Demokrat Penuhi Panggilan Panwas

TIGARAKSA, SNOL Bakal calon Bupati Ahmad Subadri dan pasangannya Aufar memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Tangerang, Selasa (9/10). Kedatangan keduanya dalam rangka memberikan klarifikasi terkait laporan Himata Raya perihal dugaan pencurian start kampanye.
Mereka membantah telah melakukan pencurian start kampanye saat aksi mogok nasional beberapa waktu lalu, dengan membagikan masker disertai stiker. “Ini bentuk penghormatan kami pada Panwaslu. Tadi sudah kami sampaikan, terkait laporan mencuri start kampanye itu tidak betul,” ujar Subadri kepada wartawan koran ini di Media Center Panwaslu Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, aksi pembagian air minum, masker disertai stiker bukanlah kampanye, melainkan sebagai bentuk sosialisasi. Terkait stiker dalam sosialisasi, tersebut katanya hanya untuk mengenalkan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.
“Kalau hanya memanfaatkan waktu kampanye, untuk menjangkau hampir 2 juta lebih pemilih itu tidak mungkin. Ini juga menjadi masukan bagi penyelenggara pemilu agar kedepannya waktu kampanye bisa lebih panjang lagi,”ujarnya. Selain itu, dia menilai langkah yang ditempuh oleh pasangannya, tidak salah.

Namun begitu, dia menilai laporan dari elemen masyarakat tersebut sebagai bentuk preventif, agar setiap pasangan bakal calon memahami tentang aturan berkampanye dan sosialisasi. “Saya tegaskan, ini bukan bentuk pelanggaran aturan. Tapi lebih kepada teknis memperkenalkan diri. Soal stiker yang ada kata calon, karena kalau menambahkan kata bakal itu kurang familiar. Jadi sah-sah saja hal itu dilakukan,”imbuhnya.

Sedangkan Aufar menambahkan, pihaknya pada saat itu memberikan air mineral dan masker disertai stiker hanya bersifat sosialisasi. “Saya hanya diam saja membagikan air dan masker, tidak mengajak orang atau menyampaikan visi misi. Ini sebagai bentuk kepedulian saya, karena saya juga memiliki latar belakang dari partai buruh,”tandasnya.

Ketua Tim Pemenangan Subadri-Aufar Nawa Said Dimyati mengatakan, keduanya memenuhi setiap undangan dari Panwas. “Itu etika yang harus ditempuh oleh siapapun, baik Pemilukada atau program bersama. Pemanggilan ini tidak dalam kerangka diperiksa. Panwas hanya mencoba menyampaikan ke kami laporan yang masuk. Kami hanya memberikan klarifikasi,”imbuhnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Tangerang, Surya Bagya mengatakan, sebetulnya yang dipanggil dalam laporan ini adalah Bakal Calon Wakil Bupati Aufar terkait adanya laporan dari Himata Raya, saat demo buruh beberapa hari lalu. “Saat itu ditemukan adanya pembagian stiker. Semua penjelasan dari terlapor akan kami pelajari lagi. Apakah itu masuk ranah kita atau normatifnya dipenuhi. Waktu untuk Panwas memerika satu pelanggaran selama tujuh hari. Apabila dipandang tidak cukup ada penambahan waktu tujuh hari untuk kelengkapan unsur,”jelasnya.

Koordinator Divisi Penanganan Tindak Lanjut Pelanggaran, Panwaslu Kabupaten Tangerang, Nurkhayat Santosa mengatakan, dalam pemanggilan ini sejumlah pertanyaan dilontarkan kepada pasangan ini. Seperti terkait dengan materi stiker dan lainnya. “Penjelasan dari pelapor dan terlapor kami pelajari dulu,”pungkasnya. (aditya/hendra/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.