Mufrodi, Bocah Lumpuh Layu di Kota Serang 11 Tahun Tinggal di Bak

Setiap orang tua ingin melihat anaknya selalu dalam kea¬daan sehat, serta bisa mela¬kukan aktivitas seperti anak lain pada umumnya. Namun berbeda dengan Mufrodi (11), anak pasangan Alawi (53) dan Sabihah (50) yang merupakan warga Kampung Susukan, Kelurahan Pancangan, Kota Serang ini sudah 11 tahun hanya bisa beraktivitas di dalam bak ember plastik.
Kondisi tersebut akibat kedua orang tua Mufrodi tidak punya bia¬ya untuk mengobati anaknya itu. “Kami tidak punya biaya untuk mengobati Munfrodi. Kalau kami punya sudah dari dulu Mufrodi kami bawa ke rumah sakit,” kata Sabihah, Ibu Mufrodi, Selasa (9/10).

Mufrodi diduga terkena penyakit lumpuh layu. Oleh orang tuanya sama sekali belum dibawa untuk berobat medis karena keterbata¬san ekonomi. Bapak Mufrodi han¬ya seorang peternak kerbau milik orang lain, sedangkan ibunya hanya mengu¬rus anak-anaknya di rumah.

Sabihah menjelaskan, tanda-tanda Mufrodi ada kelainan se¬perti itu sudah terlihat sejak usia Mufrodi satu tahun. Sebab, sampai dengan usia satu tahun, Mufrodi tidak bisa tengkurap, tidak bisa duduk, tidak bisa be¬lajar berjalan, dan berbicara juga sulit. ”Tapi kalau untuk makan anak saya itu mau,” ujarnya.

Ketika Mufrodi ingin ber¬main dan melihat di luar rumah, orangtua tidak mempunyai tem¬pat yang layak, akhirnya terpaksa memakai tempat seadanya, yaitu sebuah ember plastik besar untuk menampung badan Mufrodi. “Itu memudahkan saya karena ember itu bisa didorong berpindah. Jadi Mufrodi tidak perlu digendong,” tuturnya.

Alawi dan Sabihah bukan tidak ingin anaknya sembuh dari pe¬nyakitnya, tetapi jangankan untuk berobat, untuk memenuhi kebutu¬han hidup setiap hari saja mereka kekurangan. Fasilitas kesehatan gratis yang dijanjikan pemerin¬tah bagi warga tidak mampu, baik Jamkesmas atau Jamkesda, tidak didapatkan keluarga ini.

Sementara itu, Ketua RT se¬tempat, Mad Nur (37) mengatakan, dirinya sekitar 6 tahun yang lalu pernah memberikan in¬formasi tentang keadaan Mufrodi ini ke Puskesmas Banten Girang. ”Tapi, pihak Puskesmas hanya pernah memantau saja, tanpa ada tindak lanjutnya sampai dengan sekarang. Jadi, kami minta kepa¬da pemerintah untuk membantu pengobatan Mufrodi,” kata Mad Nur. (eman s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.