Belum Ditahan, 2 Tersangka Baru Dugaan Korupsi Untirta

SERANG,SNOL Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten belum melakukan penahanan terhadap dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan laboratorium Untirta dari APBN-P TA 2010 Rp 49 Miliar. KEDUaNYA adalah anggota panitia pengadaan Alfian, dan dosen Fakultas Pertanian Untirta, Dusep Suhendar.
”Kedua tersangka itu terlibat bersama tersangka mantan Purek II Untirta Suhendi dan Edwin Perdana Adiwijaya dalam pengaturan pemenangan lelang proyek itu. Jadi Alfian sebagai anggota panitia ikut pertemuan dengan perusahaan Permai Grup selaku calon penyedia barang,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Banten Syamsul Bahri, Rabu (10/10).

Syamsul menyatakan langkah tersangka melakukan pertemuan dengan pihak Permai Grup selaku calon penyedia barang bertentangan dengan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang atau Jasa. ”Dalam dalam waktu dekat ini, kami segera melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Dan untuk penahanan tersangka tergantung hasil pemeriksaan itu,” ujarnya.

Adanya penetapan dua tersangka baru itu membuat jumlah pihak yang sudah disidik menjadi lima orang. Sebelumnya penyidik menetapkan tiga tersangka yang saat ini sedang menjalani persidangan. Mereka adalah mantan Purek II Untirta Suhendi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), staf BAUK Untirta Edwin Perdana Adiwijaya sebagai ketua panitia pengadaan, dan seorang pengusaha dari PT Putra Utara Mandiri (PUM) Reinhard Nainggolan selaku pemenang lelang.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Banten Mustaqim menambahkan, pemeriksaan perdana penyidikan jilid II kasus itu dilakukan terhadap empat orang saksi. Dari empat orang saksi yang dipanggil, satu orang di antaranya tidak hadir. “Yang hadir hanya tiga orang, dua orang dari Untirta dan satu lagi dari vendor (perusahaan). Dari Untirta salah satunya mantan Rektor Untirta Rahman Abdullah,” kata Mustaqim. Sementara itu, pihak Untirta menyerahkan sepenuhnya kepada Kejati Banten. (mg3/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.