Argola De Oura, Komunitas Capoeira UMN

Minat akan seni olahraga Capoeira? Mungkin Argola De Oura cabang Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gading Serpong, Kabupaten Tangerang ini bisa jadi jawaban melampiaskan keingintahuan Anda soal olahraga asal Brazil tersebut.
Meski baru berdiri pada akhir 2010 lalu, namun jangan tanya berapa banyak anggota yang bergabung di dalamnya. “Baru satu minggu berdiri, kami sudah mendapatkan sekitar 80 hingga 90 anggota baru,” ujar sang pendiri Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Capoeira di kampus tersebut, Fenny Djaja.

Fenny bercerita, waktu itu, setelah proposal peresmian Capoeira sebagai salah satu UKM di kampusnya diajukan, Fenny pun menyebarkan form di setiap mading, tembok, dan beberapa celah di seluruh ruangan kampusnya. Setelah satu minggu menanti, akhirnya Fenny pun mendapat jawaban.

“Saat itulah 90 calon anggota UKM Capoeira mendaftarkan dirinya. Wah, itu sungguh di luar dugaan,” ujar Fenny sembari berseri-seri. Saat perkumpulan pertama, anggota tambahan lainnya pun berdatangan untuk mengetahui info lengkap tentang seni olahraga sekaligus bela diri khas negara Samba itu.

Setelah dua tahun berdiri, kini sudah lebih dari 40 anggota tetap selalu berlatih di tiap Senin sore. Lobby utama kampus pun menjadi tempat langganan mereka berlatih. Tidak hanya itu, pelatih dari Capoeira Argola De Ouro Jakarta langsung datang untuk melatih.

Sementara Ketua UKM Capoeira, Benedictus Wibisono Senosuryoputro menjelaskan, UKM ini pun memiliki anggota dari luar kampus. “Tidak hanya dari mahasiswa di sini saja yang bergabung, kami pun memiliki anggota dari luar kampus,” ujar mahasiswa Akutansi yang akrab disapa Seno itu.

Ditambahkan Seno, UKM yang menjadi komunitas pecinta Capoeira terbesar di kawasan Serpong ini pun terbuka bagi siapa saja yang mau bergabung. Tidak ada syarat khusus, asal siapkan saja celana training dan kaos oblong berwarna putih sebagai kostum latihan. Selebihnya, adalah keinginan kuat untuk berlatih disiplin.

“Kami terbuka bagi siapa saja yang mau bergabung. Untuk mempelajari teknik atau filosofinya pasti dilatih oleh pelatih handal di sini,” jelas Seno setengah berpromosi. Untuk kegiatan besar, biasanya Capoeira akan menggelar naik tingkat tiap setahun sekali.
Saat event itulah, mestre atau master dari Capoeira dari Brazil, Singapura, Filiphina, dan berbagai negara lainnya datang untuk melakukan workshop dan tarung bareng dengan berbagai klub Capoeira di seluruh Indonesia.

Capoeira dan Filosofinya
Dilihat dari sejarahnya, Capoeira diciptakan oleh para budak dari Afrika di Brazil. Diperkirakan 400 tahun yang lalu, mereka menjadikannya sebagai seni beladiri, saat itu budak Afrika didatangkan oleh pemerintah Portugis yang menjajah Brazil.

Mereka menciptakan jurus-jurus yang selanjutnya menjadi gerakan Capoeira sebagai bentuk perlawanan untuk melepaskan diri dari penjajahan. Hingga jadilah, Capoeira perpaduan dari dua kebudayaan, Afrika dan Brazil. Lalu, bagaimana cara melakukannya?
Bagi pemula seni bela diri ini sangatlah aman, karena gerakannya yang lebih mirip menari, membuat Capoeira diminati oleh orang Indonesia. Biasanya, gerakan kuda-kuda atau ginga yang akan dipelajari untuk pertama kalinya.

Namun sebelum itu, menghindari keseleo atau cidera ringan, perlu dilakukannya peregangan. Seperti lari mengelilingi area latihan hingga pendinginan. Sebelum latihan, biasanya akan ada salam sambil bersikap seperti ginga namun diam.

Di Capoeira UMN, mereka menyebut salam dengan bahasa Brazil. Salve, mestre pastinha. Salve, mestre bimba. Selve, capoeira Argola De Ouro. Selve! Salam tersebut berarti bentuk penghargaan terhadap sang penemu dan pendiri Capoeira di Brazil dan klub mereka di Indonesia.

Jika sudah pada saatnya sesi dua orang yang akan bertarung atau disebut fight,  biasanya para penonton akan membentuk sebuah lingkaran atau disebut roda. Dan ternyata ini ada filosofinya, yaitu penonton yang membentuk lingkaran diartikan sebagai bumi.
Dua orang yang bertarung di dalamnya diartikan sebagai manusia yang menjalani hidup, kekalahan dan kemenangan diumpamakan sebagai kehidupan manusia yang terkadang di atas atau di bawah.

Terlepas dari berbagai jurus dan seni tingkatan yang dipelajari, Capoeira sebenarnya adalah seni bela diri yang sekaligus mempelajari kebudayaan Brazil. Dalam satu paketnya, pemain akan mempelajari seni bermusik tradisionalnya, menari Samba, hingga berbahasa asli orang sana.

Jika di negeri asalnya, antar klub Capoeira jika bertemu akan bertarung, di Indonesia beda lagi. Justru mereka saling akrab seperti saudara, terkadang membuat janji dan bertemu untuk menggelar latihan bareng atau disebut street roda, sering mereka lakukan untuk mempererat pertemanan.

Si Cantik yang Gape Capoeira
Wanita bisa menguasai semua ilmu Capoeira? Tentu saja bisa. Seperti yang dilakukan Fenny Djaja. Gadis cantik 21 tahun ini sangat lincah jika diminta mempraktekkan berbagai jurus seni bela diri asal negeri Samba itu. Wajar saja, Fenny sudah mempelajari Capoeira sejak dia duduk di bangku kelas II SMA. “Waktu itu ikutan ekskul di sekolah, dan akhirnya keterusan sampai sekarang,” ujarnya.

Padahal dulu, Fenny mengaku memiliki penyakit asma akut, namun setelah beberapa bulan belajar bela diri yang mirip dengan tarian tradisional itu, Fenny mengatakan asmanya tidak pernah kambuh lagi.

Sebelum berkuliah di UMN, Fenny bersama grup Capoeira Argola De Ouro rajin latihan di Senayan atau Gelora Bung Karno (GBK). Namun, intensitas kuliah yang memakan waktu dalam seminggu, membuat dirinya tidak bisa latihan di sana lagi. “Akhirnya saya mengajukan UKM Capoeira di sini, untungnya kampus pun mendukung,” kata mahasiswi Jurnalistik 2010 ini. Fenny menganggap, Capoeira memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan jenis bela diri yang ada.

Dan dengan menguasai Capoeira, Fenny merasa bisa juga mempelajari dan memperdalam kebudayaan negeri asalnya, Brazil. “Di sana saya bisa tahu sedikit banyak bahasanya, alat musik tradisionalnya, hingga khas tari Sambanya,” aku gadis berkacamata ini.

Menginjak usia empat tahun dirinya menggeluti Capoeira, Fenny sudah berhasil mengenakan sabuk hijau. Dan ini berarti, teknik fight Capoeiranya sudah bisa dibilang mahir. Walaupun demikian, Fenny mengaku mengetahui betul bagaimana jika harus fight dengan mahasiswa atau anggota yang baru bergabung dengan Capoeira. (pramita/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.