Petani dan Nelayan Tersisihkan

Aktivis Peringati Hari Ketahanan Pangan Sedunia
TELUKNAGA,SNOL Sejumlah penggiat lingkungan hidup melakukan aksi teatrikal, dengan membenamkan diri di tepi laut Pantai Utara (Pantura), Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga, Selasa (16/10).

Aksi ini sebagai bentuk protes mereka terhadap kondisi nelayan dan petani tambak yang kian tersisih, sekaligus memperingati hari ketahanan pangan sedunia.

Pantauan wartawan, aksi teatrikal pegiat lingkungan Tangerang ini berlangsung pagi hari dengan membenamkan diri di tepi pantai. Aksi ini diartikan sebagai simbol hampir matinya nasib nelayan dan petani tambak akibat kerusakan ekosistem laut. Para aktivis juga membentangkan tulisan negara gagal melindungi, serta mensejahterakan nelayan dan petani.

“Nasib nelayan dan petani tambak masih termarginalkan. Belum ada kebijakan pemerintah yang mampu mengangkat kesejahteraan kelompok yang sebagian besar tersebar di wilayah Tangerang Utara ini. Sehingga perlu ada kebijakan afirmative action, yang bisa melindungi hak-hak petani tambak dan nelayan,” kata Romly Revolvere penggiat lingkungan hidup Tangerang usai melakukan aksi, kemarin.

Menurutnya, pembangunan di Kabupaten Tangerang selain berorientasi industri, juga harus mengoptimalkan sumber daya kelautan karena pemanfaatan salah satu sumber pangan dari kelautan yang ada belum dioptimalkan. “Laut dan pantai kami dibiarkan rusak oleh berbagai pencemaran dan abrasi. Pemerintah harus membenahi masalah ini. Kami juga berharap calon Bupati Tangerang bisa memahami masalah ini,” tegas Romly.

Saat ini masih banyak masyarakat di pesisir utara Tangerang yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Hal ini terbukti dengan luasnya hamparan tambak dan nelayan. Namun, kerusakan lingkungan akibat pencemaran dan abrasi menyebabkan lahan-lahan tambak tidak produktif sehingga menimbulkan penurunan produktifitas di sektor perikanan. “Kami berharap, potensi ini bisa dipulihkan agar orientasi pembangun di Kabupaten Tangerang bisa seimbang sesuai dengan kultur dan potensi yang ada,” tandasnya.

Aksi yang juga diikuti petani tambak dan nelayan ini mendesak agar para calon Bupati Tangerang memperhatikan secara khusus program penanggulangan pencemaran serta kerusakan di wilayah pesisir utara Tangerang. “Jika petani dan nelayan kian tersisihkan, hal ini kan berpengaruh pada ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (BKP3M ) Kabupaten Tangerang,  Hery Wibowo mengaku, Pemda juga intens dalam menyikapi persoalan isu ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang. Salahsatunya dengan kegiatan penganekaragaman pangan. Banyaknya alih fungsi lahan pertanian dan tambak untuk pembangunan juga bisa berdampak pada ketahanan pangan. “Awal Oktober ini kami telah melaksanakan lomba cipta menu beragam dan bergizi seimbang. Ini beberapa upaya kami dalam menanggapi isu ketahanan pangan,” pungkasnya. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.