Ratusan Karyawan PT MMM Mogok Kerja

SERANG, SNOL Ratusan karyawan PT Murni Mapan Mandiri (MMM) di Jalan raya Serang-Jakarta, tepatnya di Kampung Cimiung, Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang menggelar aksi mogok kerja di depan PT MMM, Rabu (17/10). Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama hanya sekitar dua jam, dan kembali melakukan aktifitas.
Informasi yang dihimpun, dalam aksi mogok kerja dimulai sekitar pukul 08:00 Wib dilakukan ratusan pekerja dikawal satuan petugas Polsek dan Koramil Ciruas. Dalam aksinya mereka menuntut pihak perusahaan untuk membayar kembali bonus produksi sebesar Rp 150 ribu-Rp 250 ribu perbulan.

”Namun bonus yang sudah diterima selama 15 tahun berjalan itu dihentikan, dengan alasan pihak perusahaan para karyawan tidak mampu mengejar target produksi karung sebanyak 80 persen,” kata salah satu pekerja, Hikram, disela-sela aksi.

Hikram menyatakan, tidak tercapainya target itu disebabkan mesin bertambah dari sebelumnya sebanyak 85 unit, sedangkan sejak maret lalu bertambah menjadi 115 unit mesin. Para karyawan, lanjut Hikram, menganggap terlalu berat dan sulit untuk mengejar target produksi karung sebanyak 115 unit mesin hingga mencapai 80 persen setiap bulan.”Itu terlalu berat bagi kami,” ujarnya.

Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Asep Dana Wiria mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan itu hingga kini masih dalam proses negosiasi dengan pihak perusahaan. ”Untuk aksi yang dilakukan itu sebenarnya karena miskomunikasi antara PUK (Pimpinan Unit Kerja) PT MMM, dengan para karyawan lain,” kata Asep.

Namun disisi lain, lanjut Asep, pihak perusahaan sudah banyak memberikan kebijakan selain bonus produksi itu, yakni untuk bonus premi hadir sebelumnya Rp30 ribu naik menjadi Rp40 ribu dalam satu bulannya dan bonus berkala bagi setiap karyawan sebesar Rp 8 ribu menjadi Rp10 ribu.”Dari semua bonus itu akan dikalikan dengan masa kerja para karyawan,”ujarnya.

Sementara Personalia PT MMM, Rusmiyati menghimbau kepada para karyawan yang saat ini melakukan aksi mogok kerja untuk kembali beraktifitas seperti biasa. Meski waktu bekerja hanya dilakukan setengah hari, namun pihak perusahaan akan membayar penuh gaji karyawannya.”Tapi, kami menilai untuk aksi itu tidak resmi. Jadi, pihak perusahaan melibatkan pihak kepolisian dan mengajak para karyawan untuk segera memasuki kawasan perusahaan. Yang masih ingin bekerja silahkan, dan bila tidak silahkan untuk mengundurkan diri,” kata Rusmiyati. (mg3/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.