SBY Didesak Tindak Pelaku Penganiaya Wartawan

KOTA TANGERANG,SNOL Puluhan wartawan harian dari berbagai media, Rabu (17/10) menggelar aksi damai di bundaran Tugu Adipura, Kota Tangerang. Mereka mendesak presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menindak tegas oknum TNI Uangkatan Udara (AU) yang melakukan penganiayaan terhadap sejumlah wartawan di Riau, saat tengah meliput jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU.
Dalam aksinya, wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian Tangerang, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan sejumlah organisasi wartawan lainnya menggelar aksi teatrikal dan tabur bunga sebagai arti bahwa kedamaian sudah mati. Usai tabur bunga, massa bergerak melakukan longmarch dari tugu Akhlakul Karimah tersebut menuju kantor Pengadilan Negeri Tangerang, dan kembali ke tugu.

”Kami mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI AU di Pasir Putih, Pandau, Pekanbaru Riau. Kami minta agar pelaku penganiayaan yang dilakukan oknum TNI segera diproses secara hukum,” kata Sofyan, Koordinator aksi.

”Apa yang dilakukan oleh perwira TNI di Riau itu jelas-jelas secara nyata, terekam oleh kamera. Sebagai panglima tertinggi TNI, SBY harus menindk tegas pelakunya,” imbuhnya.

Pasca peristiwa yang menimpa sejumlah wartawan di Riau itu pengunjuk rasa menganggap bahwa Ulang Tahun TNI ke-67 telah tercoreng oleh ulah oknum TNI AU. Slogan ”Damai Itu Indah” yang digaung-gaungkan TNI pun dinilai hanya tinggal slogan.

”Lokasi jatuhnya pesawat ditempat umum, dan tidak ada alasan untuk melarang wartawan untuk meliput ” kata Safril Elain, pendemo lainnya.
Sofyan kembali menegaskan akan melihat bagaimana tindakan yang diambil oleh presiden dalam menyikapi  kasus ini dalam seminggu ke depan. Jika sampai batas waktu tersebut tidak ada respon, maka langkah berikutnya adalah melayangkan surat langsung pada SBY.

Kekerasan yang dilakukan TNI AU di Riau telah melanggar UU Pers No 40/1999. Dalam  Aksi solidaritas ini, pengunjukrasa menghimbau semua pihak agar menghormati tugas wartawan di lapangan dalam melakukan penggalian informasi.

Sementara, di Kabupaten Tangerang, puluhan wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian Kabupaten Tangerang menggelar aksi memblokir Jalan Raya Serang, Rabu (17/10). Dalam aksi ini sejumlah buruh dari Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) ikut turun ke jalan.

Wartawan dan buruh berorasi di taman aspirasi Pemda Kabupaten Tangerang sekitar pukul 13.30 Wib. Kemudian massa berjalan menuju depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang. Guna meminta dukungan agar oknum Perwira menengah TNI AU tersebut diseret ke meja hukum. Sayangnya tidak ada satupun anggota dewan yang terlihat di gedung dewan.

Massa kemudian konvoi menuju pertigaan lampu merah Jalan Raya Serang KM 17,7 Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Massa juga berorasi dengan memblokir Jalan Raya Serang. “Aksi ini merupakan aksi solidaritas terhadap kekerasan oknum perwira menengah TNI AU yang kami nilai sangat arogan, dan diluar batas kepatutan. Apalagi dia seorang perwira menengah,” tegas Ketua Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang, Teguh Wisnu.

Tindakan oknum perwira TNI AU ini sangat arogan dan tidak manusiawi. Menurut Teguh, profesi jurnalis adalah pekerja intelektual yang dalam bertugas dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Sehingga jika ada pihak-pihak yang sengaja menghalangi aktifitas peliputan bisa dikenakan pelanggaran pidana.

“Kami menilai oknum TNI AU yang menganiaya rekan wartawan Riau Pos beberapa waktu lalu, sangat tidak manusiawi. Kami menuntut agar Panglima TNI segera bertindak dan menyeret oknum perwira menengah TNI AU ke meja hijau. Karena ini jelas tidakan pidana. Oknum perwira menengah TNI AU ini telah melanggar UU Pers No 40 Tahun 1999,” tandasnya.

Seperti diketahui, Selasa tiga orang wartawan mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI Angkatan Udara ketika sedang melakukan peliputan jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 di Riau. Kasus kekerasan tersebut menimpa wartawan TV One, Riau Pos, dan Antara. Korban dipukuli, dicekik dan kameranya disita oleh petugas saat sedang menjalankankan tugas jurnalistiknya. (mg1/aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.