Penangguhan Penahanan Aat Ditolak

SERANG, SNOL Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Serang, menolak ajuan pengalihan atau penangguhan penahanan Tb Aat Syafaat, terdakwa kasus dugaan kasus korupsi pembangunan Dermaga Trestle Kubangsari Rp15,9 miliar.

Penolakan tersebut disampaikan majelis hakim dalam sidang lanjutan yang di gelar di PN Serang, Senin (12/11). “Selama ini kan, terdakwa selalu hadir, dan dalam kondisi sehat, jadi alasan kuasa hukum terdakwa yang meminta penangguhan penahanan tidak dapat diterima. Buktinya terdakwa selalu hadir dalam sidang dan dinyatakan sehat,” kata Ketua Majleis Hakim, Poltak Sitorus dalam sidang yang beragendakan pembacaan putusan sela.

Poltak menyatakan, dengan bukti-bukti tersebut (kehadiran Aat), maka majelis hakim menolak permohonan kuasa hukum terdakwa untuk mengalihkan status tahanan terdakwa menjadi tahanan kota.

Majelis hakim juga menolak eksepsi yang diajukan kuasa hukum terdakwa. “Eksepsi kuasa hukum terdakwa lebih menyoroti pada meteri persidangan, maka kami tolak, kalau mau menanggapinya ya nanti dipersidangan,” ujar Poltak.

Menanggapi penolakan dari majelis hakim, kuasa hukum terdakwa terlihat kecewa. Pihaknya meminta kebijaksanaan majelis hakim untuk meminta mobil tahanan yang lebih representatif. “Mobil tahanan yang selama ini digunakan untuk membawa klien kami dari Lapas Serang menunju PN Serang, memicu vertigo, karena  posisi kursi yang menghadap ke samping bukan kedepan, sehingga membuat penyakit klien kami cepat kambuh,” kata kuasa hukum terdakwa, Sukatma.

Pihak Aat juga mengajukan fasilitas kesehatan, seperti tabung oksigen dan dokter spesialis jantung. Karena dokter yang saat ini ada di LP hanya dokter gigi, yang itu pun sedang melakukan cuti, sehingga kondisi klienya sulit terpantau. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.