Bentuk Logo Brimob 53 Detik, 25 Penerjun Raih Rekor Muri

PONDOK CABE, SNOL Sedikitnya 25 dari 35 penerjun payung gabungan dari berbagai kesatuan elit TNI/Polri berhasil memecahkan rekor museum Rekor Indonesia (Muri), di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tanegrang Selatan, Selasa (13/11).

Para penerjun yang berasal dari satuan Brimob, Paskhas, Kopasus, Marinir dan klub terjun payung sipil tersebut, sekaligus berhasil memecahkan rekor dunia dengan membentuk formasi 8 penjuru mata angin, serupa logo Brimob Polri di udara.

“Pemecahan rekor penerjun payung ini membentuk formasi 8 penjuru mata angin seperti lambang Korps Brimob Polri. Penerjunan ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT Brimob Polri ke-67 yang jatuh tiap 14 November,” kata Kombes pol Hasanudin, Asisten Operasi Korps Brimob Polri.

Mantan Kapolres Metro Tangerang ini menjelaskan, formasi tersebut dilakukan tak kurang dari 35 penerjun payung. “Ke-35 penerjun itu merupakan penerjun terbaik yang dimiliki korps TNI dan Polri saat ini. Mereka tidak hanya memecahkan rekor Muri namun bisa jadi juga rekor dunia,” tandasnya.

Manager Muri, Jusuf Ngadri mengatakan, kesulitan yang dihadapi para penerjun ini mereka diterjunkan dari dua pesawat berbeda jenis Cassa 212 dan Skytruck M-28 milik Direktorat Kepolisian Udara. Dengan kondisi itu, sangat sangat sulit untuk segera membentuk formasi 8 penjuru mata angin.

“Namun, kurang dari 30 menit di udara, para penerjun akhirnya berhasil membentuk formasi 8 penjuru mata angin yang juga bentuk logo Brimob selama 53,47 detik. Dengan catatan itu, mereka berhasil membuat rekor Muri dan bahkan bisa jadi masuk rekor dunia,” ucapnya.

Rekor ini, lanjut Ngadri, tercatat dengan nomor 5690/R.MURI/XI/2012, dan akan dikroscek lebih lanjut, apakah mungkin bisa menjadi rekor dunia, dan bukan hanya rekor nasional. “Nanti akan kami kroscek lebih lanjut. Setahu saya belum ada yang terjun dengan dua pesawat dan membentuk formasi ini,” jelas Ngadri.

Sebelumnya, kata Ngadri, pemecahan rekor ini pernah dilakukan oleh 24 penerjun dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2003 lalu, dan dilakukan oleh 24 penerjun. Bedanya, untuk kali ini menggunakan dua pesawat sekaligus untuk menerjunkan dua tim berbeda. “Alhamdulillah semua penerjun mendarat dengan selamat,” singkatnya.

Wakapolri Komjen Nanan Sukarna yang hadir bersama dengan Kepala Korps Brimob Polri Irjen Syafei Aksal mengatakan, pemecahan rekor 35 penerjun payung yang merupakan gabungan dari dari berbagai kesatuan elit dari TNI/Polri ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat. “Khususnya untuk kesatuan NKRI,” ujar Nanan.

Lebih lanjut Nanan menegaskan, seperti halnya para penerjun payung, yang melibatkan seluruh komponen dari Polri, TNI dan juga masyarakat sipil, sudah seharusnya bagian mempererat hubungan sipil dan militer. “Kita tidak lagi memandang darimana institusi kita berasal, tetapi yang harus dipentingkan saat ini adalah persatuan dan kesatuan NKRI,” pungkasnya. (pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.