UMK Tangerang Raya Ditunda

TIGARAKSA, SNOL Pembahasan penetapan Upah Minim Kota/Kabupaten (UMK) di Tangerang Raya tahun 2013, Senin (19/11) berlangsung alot. Dewan Pengupahan sepakat untuk menunda penetapan upah, dengan alasan UMP DKI Jakarta belum diputuskan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigras (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang Hery Heryanto mengatakan, rapat yang sedianya memutuskan UMK itu terpaksa ditunda karena belum ada titik temu. “Pembahasan UMK memang cukup alot,” katanya.

Hery mengatakan, Dewan Pengupahan yang terdiri dari 40 orang dari perwakilan buruh, pengusaha, pakar, perguruan tinggi  kemarin akan menetapkan angka KHL. Kemudian dilanjutkan dengan rekomendasi UMK Tangerang tahun 2013. Namun, sayang dalam rapat tersebut belum ada kesepakatan soal upah.

Anggota Dewan Pengupahan perwakilan pekerja, Supriyadi mengatakan, rapat dewan pengupahan yang digelar hingga pukul 18.00 itu belum membuahkan hasil penetapan, karena Pemprov DKI Jakarta juga belum menetapkan jumlah upah minimumnya.

“Kami masih menunggu penetapan upah dari DKI. Karena itu yang menjadi acuan guna menghindari kekisruhan di Kabupaten Tangerang kalau kita menetapkan upah lebih dulu,” katanya.

Senada, Anggota Dewan Pengupahan dari perwakilan pengusaha yakni Apindo juga mengakui jika belum ada keputusan dalam rapat tersebut. “Belum ada keputusan, kami masih menunggu penetapah upah DKI Jakata dulu,” kata Juanda Usman Sekretaris Apindo Kabupaten Tangerang.

Di Kota Tangerang, rapat pleno penetapan UMK juga ditunda. Rencananya, rapat alan kembali digelar hari ini. “Mengingat DKI Jakarta belum mengeluarkan angka pasti berapa UMK-nya, kami menunda rapat pleno hingga besok siang (hari ini,red),” kata Kepala Disnaker, Abduh Surahman kepada Satelit News seusai rapat kemarin.

Sementara itu, penyebab lain ditundanya rapat pleno disinyalir karena perwakilan Apindo Kota Tangerang hanya mengirimkan satu orang perwakilannya. “Saya hanya mewakili, namun bukan berarti saya punya hak untuk bersuara,” ungkap Hardani Saleh, anggota Apindo yang juga personalia di PT TORAY.

Kedatangan Apindo yang hanya satu orang itu disayangkan serikat buruh yang hadir. “Kecewa berat kita, sudah menunda, malah yang datang satu orang. Itu pun tidak mewakili,” ujar Dedi Sudrajat Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Tangerang.

Di Kota Tangsel, Pembahasan penetapan UMK juga berlangsung ketat. Bahkan, hingga Senin (19/11), belum ada kata sepakat lantaran pembahasan UMK tersebut mentok. “UMK Tangsel belum diputuskan. Pembahasannya mentok di sejumlah elemen dan alasan yang diungkapkan anggota Depeko. Makanya, pembahasan akan dilanjutkan pada Selasa, 20 November 2012 besok (hari ini, red),” kata Purnama Wijaya, Kepala Dinakertrans Kota Tangsel.

Disinggung alasan pasti pengunduran penetapan UMK tersebut, Purnama berkata, teknisnya lebih pada belum pastinya UMK DKI Jakarta sebesar Rp2,2 juta, dan belum ada kepastian berapa angka yang layak dan patut bagi Tangsel sesuai hasil hitungan Depeko.

“Kalau KHL (Kebutuhan Hidup Layak) Rp1,7 itu kan belum pasti jadi UMK, dan belum pasti juga angka UMK itu sebesar angka KHL, bisa saja lebih dari itu, namu kami tetap harus memutuskannya bersama, dan pemutusan hari ini belum final,” ucapnya.

Agus Kariyanto, Depeko Tangsel asal unsur buruh menyatakan, mentoknya UMK Tangsel lantaran pihak Apindo masih bertahan pada angka 100 persen KHL untuk penetapan UMK Tangsel. Hanya saja, buruh tidak ingin hal itu karena menginginkan UMK setara dengan DKI Jakarta. “Kalau kami maunya sama dengan DKI, sedang Apindo mau setar KHL, yakni pada angka Rp1,74 juta. Karena selisih persepsi itulah hasil rapat hari ini (kemarin) tidak bisa ditentukan dan akan dilanjutkan besok (hari ini),” jelasnya.

Yakob, Depeko dari unsur pengusaha belum bisa memberikan komentarnya lebih jauh atas mentoknya putusan UMK Tangsel. Hanya saja, informasi yang didapat wartawan, dari anggota Depeko untuk pengusaha yang hadir, antara lain Ridwan, Edwin, dan Yakob, semua sepakat sementara ini bahwa UMK itu sesuai dengan 100 persen KHL. (aditya/pramita/pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.