Ratusan Aki Palsu Disita Ditjen HAKI

CIPONDOH,SNOL Ratusan Accu (aki) bermerek palsu disita oleh Direktorat Jendral Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), Selasa, (20/12). Aki palsu ini didapat dari 119 toko yang tersebar di dua lokasi berbeda, yaitu di Cikupa Kabupaten Tangerang dan Cipondoh Kota Tangerang.

Penyitaan dilakukan Dirjen HAKI setelah adanya laporan dari pihak Jepang, yang mengklaim sebagai pemilik resmi atas merek tersebut namun mengalami kerugian materil hingga miliaran rupiah akibat beredarnya aki palsu.

Dalam praktiknya, para pelaku pemalsuan mencatut merek GS Hybrid. ”Merek ini merupakan merek resmi yang berasal dari Jepang. Sedangkan ada pihak dari Indonesia yang mendaftar dengan merek GS Gold Shine Hybrid,” ungkap Salmon Pardede, Kepala Sub Direktorat Pengaduan Ditjen HAKI.

Menurutnya, Mahkamah Agung sudah memutuskan bahwa merek Shine Gold yang diajukan pihak dari Indonesia pendaftarannya sudah dibatalkan. Dengan demikian, pemilik resmi atas merek tersebut adalah pihak Jepang. Karena alasan itulah pihak Hybrid Jepang lapor ke Ditjen HAKI.

Sejak mendapat laporan dari pihak Jepang (8/10/12), Ditjen HAKI terus melakukan penyelidikan ke beberapa lokasi yang dicurigai menjadi pusat produksi aki bermerek palsu tersebut. Terhitung satu bulan pasca pelaporan, Ditjen HAKI akhirnya berhasil menemukannya di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Raya Serang Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang dan di Jalan Hasim Ashari, Cipondoh Kota Tangerang. Dari dua lokasi tersebut ditemukan 119 toko yang menjual aki bermerek palsu. Salah satu pemilik toko berinisial W yang kedapatan menjual aki merek palsu, sampai kemarin  masih ditetapkan sebagai saksi oleh Ditjen HAKI.

Menurut kepala seksi pendindakan HAKI, Abdul Hakim, pihaknya akan segera memanggil W untuk dimintai keterangan guna pengembangan kasus lebih lanjut sampai menemukan lokasi pabrik pemalsuan merek aki tersebut. “Kami akan meminta keterangan dari para pedagang aki merek palsu ini untuk menggembangkan kasus hingga menemukan lokasi pabrik aki,“ ujar Hakim kepada Satelit News.

Para penjual dan distributor yang terbukti melakukan pemalsuan merek aki ini akan dijerat dengan Undang-Undang Merek pasal 91 dan 94 UUD No 15 tahun 2001 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, dan denda Rp800 juta.

Aki dengan merek GS Hybrid dijual dengan harga Rp500 ribu/buah. Sedangkan aki merek GS Gold Shine dijual dengan harga Rp365 ribu/buah. Oleh karena itu, banyak konsumen yang lebih memilih aki dengan merek GS Gold Shine Hybrid karena dianggap lebih murah. (Mg5/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.