Isi Solar “Haram”, Truk Diamankan Warga

TELUKNAGA, SNOL “Perampokan” bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi semakin menjadi-jadi. Kemarin (27/12), sebuah truk B-9487-QB diamankan warga karena kedapatan mengisi solar bersubsidi dengan jumlah besar di SPBU 34-15508 yang berlokasi di jalan Raya Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Menurut pengakuan warga setempat, H Sarmili, dirinya curiga dengan mobil truk engkel berwarna kuning yang mengisi bahan bakar dengan jumlah besar. “Di meteran alat pengisian menunjukkan angka 450 ribu,” kata H Sarmili saat ditemui di lokasi SPBU kemarin.
Karena merasa pengisian tersebut tidak wajar, H Sarmili sempat mengamankan kunci kontak mobil truk tersebut. “Kata sopirnya, pemilik truk dan yang memerintahkan adalah Tatang. Saya juga sudah sempat menegur pihak SPBU agar truk itu jangan diperbolehkan mengisi bahan bakar di situ lagi, tetapi himbauan warga tidak didengar,” tambah H Sarmili seraya menambahkan setelah melayani pengisian BBM tersebut petugas SPBU langsung me-reset alat pengisian tersebut.
Sementara itu petugas penanggung jawab SPBU 34-15508 Supardi mengaku tidak mengetahui akan adanya pengisian BBM solar bersubsidi dalam jumlah besar. “Kalau bapak tidak bisa menunjukkan bukti, jangan asal tuduh. Ini sama saja menjebloskan saya,” kata Supardi.
Sempat terjadi keributan kecil antara H Sarmili dan petugas SPBU Supardi. Dan H Sarmili menegaskan bahwa sekitar jam 9.00 WIB dirinya sempat melihat truk tersebut melakukan pengisian BBM solar bersubsidi dengan jumlah besar. “Saya sudah lakukan teguran kepada sopir dan pihak SPBU, namun sekitar jam 12.30 WIB saya kembali melihat truk tersebut kembali mengisi BBM dengan jumlah yang sama,” tegas H Sarmili.
Kapolsek Teluk Naga, AKP Endang Sukma Wijaya mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada masyarakat yang telah mengamankan truk tersebut. “Saya berterimakasih atas peran serta masyarakat. Kami akan lakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada petugas SPBU,” kata Kapolsek.
Tidak hanya itu, sopir yang kabur juga masih dilakukan pengejaran. “Kami sudah menghimbau kepada seluruh SPBU harusnya curiga dan tidak melayani terhadap pengisian BBM bersubsidi dengan jumlah besar, dan kami akan lakukan tindakan tegas. Dari pemeriksaan nanti akan terlihat siapa yang nakal, apakah pihak SPBU atau pihak lainnya,” tegas Kapolsek.
Seperti diketahui, untuk kapasitas tangki truk engkel itu sekitar 50-60 liter. Dan jika dirupiahkan sekitar Rp 200 ribuan. Dan bagi pelaku bisa dijerat dengan Undang-Undang Migas, Pasal 55 UU RI no 22 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara. (jarkasih/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.