Warga Terus Desak Bupati Cabut SK Galian Pasir

SERANG, SNOL Ratusan warga tergabung dalam Gerakan Masyarakat dan Pemuda Lontar (Gempar) dan Forum Komuniaksi Masyarakat Pantura (FKMP), kembali berunjukrasa di depan Pendopo Bupati Serang, Kamis (27/12). Lagi, mereka mendesak Bupati Serang Taufik Nuriman mencabut surat keputusan (SK) galian pasir laut di perairan laut Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa.
Ketua FKMP, Daman mengaku kecewa atas kebijakan Bupati yang masih membiarkan para penambang dari CV Dasar Rizky selaku sub kontrak PT Jetstar melakukan aktivitas.
“Seharusnya Buapti segera mencabut SK tentang galian pasir itu. Karena galian pasir telah merusak lingkungan, hingga meninbulkan konflik horizontal, serta mematikan mata pencaharian para nelayan lontar,” kata Daman di sela-sela aksi berkangsung.
Menurut Daman, apa yang disampaikan Direktur CV Dasar Rizky, Faisal Basri, beberapa waktu yang lalu mengenai kondisi warga yang tidak memahami penambangan, telah menyakiti hati dan menghina warga Lontar.
”Dia (Faisal Basri) telah melecehkan warga Desa Lontar, Tanara, dan Berambang. Meski kami tidak berpendikan tinggi, kami tahu kalau galian pasir itu merusak lingkungan,” ujarnya.
Kordinator Gempar, Ari Komari menambahkan, pengusaha penambang pasir selain dilindungi Pemkab Serang, juga dilindungungi oknum kepala desa (Kades) Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Sukemi Mail. Bahkan, kata dia, pada saat akan aksi yang dilakukannya, para antek Kades Lontar nyaris memboikot massa yang hendak berunjurasa.
”Namun, dengan konsisten warga bersatu untuk menyuarakan aspirasi kepentingan warga lain, itu tidak bisa menghalanginya niat kami melakukan unjukrasa,” kata Ari.
Unjukrasa yang dimulai, sekitar pukul 12.00 WIB, mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polsek Serang Kota, Polres Serang dan Satuan Brimobda Polda Banten. Para petugas dengan menyiapkan 2 unit mobil water canon dan sejumlah kendaraan pengendalian masyarakat (Dalmas), guna mengantisipasi terjadinya bentrok.
Secara silih berganti warga melakukan orasi hingga melakukan pembakaran ban bekas di depan Pendopo Bupati Serang. Tetapi, hingga berakhirnya unjukrasa, Bupati tidak besedia menemui para pengunjukrasa.(mg3/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.