Ical Suka Mengaji, Farhan Rajin Ekskul

CIPUTAT, SNOL Wajah Yoyoh Hartini terlihat letih. Pandangan matanya sayu dengan kelopak mata membesar, pertanda terlalu banyak air mata yang tumpah. Yoyoh tengah bersedih menyusul kabar putra bungsunya, Ical Setiawan (17) meninggal dunia setelah tenggelam ketika berenang di Kawasan Pantai Cikuya, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Senin (31/12) lalu.
Yoyoh enggan berbicara ketika ditemui di rumah ibunya, Nafsiah, yang terletak di Gang Masjid Darussalam, Jalan Aria Putra Kelurahan Serua Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (1/12). Dia masih terlihat shock menghadapi kepergian putranya menyusul almarhum sang suami, Iwan Setiawan 4 tahun lalu. Rumah ibunya dijadikan rumah duka karena almarhum Ical, pelajar kelas 3 SMK Nusantara Ciputat itu memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah neneknya.
Selasa sore, jenazah Ical ditemukan setelah sehari hari ditelan ombak. Remaja yang dikenal keluarga rajin mengaji dan sholat tersebut rencananya dimakamkan di taman pemakaman umum (TPU) Kedaung, Pamulang, Rabu (2/1).
Bibi Ical, Idai mengatakan, keponakannya pergi ke Anyer sekitar pukul 08.00 pagi hari Minggu (30/12) setelah diajak rekan-rekannya. Tapi dia tidak menyangka, kepergian Ical merupakan pertemuan terakhir dengan keluarganya. Tak ada firasat apapun dari keluarga terkait tenggelamnya anak bungsu dari dua bersaudara tersebut.
“Ical anaknya baik. Dia pendiam, tidak banyak bicara, tidak sering keluarga. Kalau ada masalah, jarang cerita. Dia juga rajin mengaji dan sholat,” ungkap Idai, kemarin sore.
Di kediaman Nafsiah, suasana duka juga terlihat dari wajah sekitar 30 pelajar SMK Nusantara Ciputat. Siswa-siswa tersebut menunggu kedatangan jenazah rekan satu sekolahnya hingga kemarin sore.
Selain di rumah Ical, kedukaan juga nampak di rumah Farhan Rizaldi yang juga menjadi korban ganasnya gelombang laut Pantai Cikuya di penghujung 2012 lalu. Rumah Farhan berjarak sekira 20 meter dari tempat nenek Ical. Di rumah bercat kuning itu terlihat puluhan pelajar SMK Nusantara Ciputat yang menghadiri pemakaman jenasah Farhan di TPU Kedaung, kemarin.
Farhan merupakan pelajar kelas 2 SMK Nusantara yang turut jadi korban tenggelam di Anyer. Jenazahnya ditemukan Senin (31/12/2012) siang. Remaja bertubuh kecil itu didapati tim SAR di wilayah pantai Karangbolong dalam keadaan tak bernyawa.
Ayah Farhan, Sofyan, mengatakan, sebenarnya dia tidak mengizinkan putranya ke Anyer. Dia bahkan sempat tidak memberi uang saku kepada putra untuk pergi ke Serang. Tetapi karena kasihan, Sofyan mengubah keputusannya serta memutuskan memberi ongkos perjalanan. Tapi siapa sangka? Akhirnya dia harus mendengar kabar pahit dari rekan-rekan anaknya tentang tenggelamnya Farhan.
“Memang sebelum pergi ke Anyer, ada yang berubah dari Farhan. Tiga hari terakhir, dia selalu diam padahal biasanya anaknya rame.  Mungkin itu firasatnya,”ungkap Sofyan. Menurut Sofyan, Farhan merupakan anak yang cukup berprestasi. Di sekolahnya, Farhan selalu berada di peringkat 10 besar. “Dia juga rajin ikut kegiatan OSIS di sekolah,”pungkasnya. (irwan/gatot/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.