14 Ribu Orang Korban Banjir di 8 Kecamatan

PANDEGLANG,SNOL Jumlah korban banjir di delapan Kecamatan di Kabupaten Pandeglang pada penghujung tahun 2012 hingga awal tahun 2013 sebanyak 14.829 orang. Rumah yang terendam total 3.820 unit rumah, dan 2098 hektar lahan pesawahan terancam rusak.
Berdasarkan data dari BPBD Pandeglang, ke-delapan kecamatan tersebut meliputi Labuan di dua Desa yaitu Desa Teluk, dan Kalang Anyar dengan jumlah korban banjir sebanyak 2.349 orang, 547 rumah. Kecamatan Munjul di Desa Sukasaba dengan jumlah korban banjir sebanyak 700 orang, 175 rumah dan 40 hektar sawah. Kecamatan Pagelaran di empat Desa yaitu Desa Bulagor, Tegal Papak, Pagelaran, dan Sukadame dengan jumlah korban banjir sebanyak 2.129 jiwa, 729 rumah dan 595 hektar sawah.
Kecamatan Patia di sembilan Desa. Yaitu Desa Idaman, Surianeun, Patia, Rahayu, Cimoyan, Babakan Keusik, Ciawi, Pasirgadung dan Simpang Tiga dengan jumlah korban banjir sebanyak 4338 orang, 1079 rumah dan 613 hektar sawah. Kecamatan Sukaresmi di delapan Desa, yaitu Desa Karyasari, Perdana, Sukaresmi, Kubangkampil, Sidamukti, Cibungur, Weru, dan Cikuya dengan jumlah korban banjir sebanyak 4226 jiwa, 1151 rumah dan 700 hektar sawah.
Disusul Kecamatan Cisata di Desa Cisereh dengan korban banjir sebanyak 47 jiwa, 10 rumah. Kecamatan Saketi di Desa Sukalangu dengan jumlah korban banjir sebanyak 45 jiwa, 10 rumah dan 150 hektar sawah. Kecamatan Picung di tiga Desa, yaitu Desa Kadupandak, Kolelet dan Ganggaeng dengan jumlah korban banjir sebanyak 521 jiwa, 129 rumah.
“Semua bantuan sudah dikirim ke lokasi banjir secara berangsur. Terakhir Kecamatan Picung, dan kami berharap aparat Desa atau Kecamatan secepat mungkin memberikan laporan kepada kami, agar bisa segera dikirimkan bantuan itu” kata Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang, Encep Suryadi, Rabu (2/1).
Staf BPBD Kabupaten Pandeglang Lilis menambahkan, pihaknya melakukan koordinasi dengan aparat Desa dan Kecamatan mengenai bantuan yang dibutuhkan korban banjir dilokasi. Termasuk berkoordinasi dengan para relawan bencana seperti Tagana.
“Kami berharap, musibah yang kerap terjadi di Pandeglang ini menjadi perhatian semua pihak, bukan hanya BPBD. Karena penanggulangannya harus melibatkan banyak pihak,” ujarnya. (mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.