Keluarga Harun Tak Menggugat, Anak Hatta Rajasa Terancam 5 Tahun

SERANG, SNOL Keluarga Harun (57), satu dari 2 korban tewas kecelakaan maut Daihatsu Luxio versus BMW X5 yang dikendarai Rasyid Amrullah Rajasa, anak Menteri Perekonomian Hatta Rajasa tidak akan melakukan gugatan. Keluarga menghormati itikad baik Hatta Rajasa yang berjanji akan membiayai pendidikan anak bungsu Harun, Ferdiansyah (16) hingga menjadi sarjana.
“Pak Menteri (Hatta Rajasa, red) semalam (Selasa 1/1, red) menemui keluarga saya untuk menyampaikan itikad baiknya. Beliau berjanji akan membiayai adik bungsu saya sampai lulus kuliah,” ujar anak keempat Harun, Nurhasanah saat ditemui usai pemakaman Harun, di Kampung Gosali, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Rabu (2/1).
Masih kata Nurhasanah, meski menghormati itikad baik keluarga Hatta Rajasa, pihaknya meminta pernyataan itikad baik tersebut dituangkan hitam di atas putih agar dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, keluarga juga berharap agar Rasyid datang langsung kepada keluarganya untuk meminta maaf.
“Kami ingin bertemu dengan penabraknya secara langsung, namun menurut informasi dia masih dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.
Menurut Nurhasanah, semasa hidupnya almarhum merupakan seorang sopir pribadi salah seorang pengusaha di Jakarta. Saat kejadian, almarhum berencana menjemput majikannya itu di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Namun naas, sebelum tiba di lokasi tujuan, mobil yang dikendarai Harun ditabrak dari belakang. Akibatnya, Harun pun meregang nyawa.
Sementara itu, pemakaman Harun di Kampung Gosali, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Rabu (2/1) pagi disambut histeris anak-anak korban. Jasad Harun yang diberangkatkan dari Tambora, Jakarta Barat pukul 06.00 WIB, tiba sekitar pukul 07.30, langsung disambut ratusan warga sekitar yang telah menunggu. Usai disalatkan jasad Harun lansung dimakamkan pada pukul 08.30 di pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka.
Tangis mulai pecah ketika jasad Harun masuk ke liang lahat. Dua anak Harun, Herni (34) dan Feni (30) menangis histeris hingga jatuh pingsan saat ayah mereka dimakamkan. Bahkan Feni sempat kesurupan setelah dibawa kembali ke rumah duka yang langsung mendapat pertolongan dari warga sekitar.
Istri Harun, Umyanah mengaku, sangat terpukul dengan kepergian suaminya yang tiba-tiba itu. Tak ada firasat yang dirasakan keluarga, Harun hanya meninggalkan pesan kepada anak bungsunya, Ferdiansyah agar tidak meninggalkan salat lima waktu. “Keluarga kami cukup terkejut mendengar kabar tersebut karena tak ada firasat apapun sebelum kepergian almarhum,” ujarnya.
Umyanah menambahkan, kepergian suaminya yang meninggalkan lima anak serta enam cucu tersebut telah diikhlaskan pihak keluarga. “Ini sudah takdir saya ikhlaskan bapak (Harun, red) pergi untuk selamanya,” ucapnya.

Resmi Tersangka

Muhammad Rasyid Amrullah Rajasa sendiri resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa kecelakaan itu. “Rasyid sudah resmi sebagai tersangka, karena bersangkutan lalai dalam mengemudikan mobil sehingga menyebabkan orang lain meninggal,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Rikwanto, kemarin.
Sebelumnya penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi, mereka adalah pengemudi Luxio Frans Sirait, Prillia Kinanti pacar tersangka, Supriyati penumpang mobil dan tersangka sendiri. “Salah satu saksi yang telah kami periksa adalah pacar tersangka yaitu Prillia Kinanti, karena sebelum kejadian tersangka bersama dengan dia,” ungkapnya.
Selain itu, tim dokter Polda Metro Jaya juga telah melakukan tes urin kepada tersangka. Dari lima tes yang dilakukan oleh Bidokkes Polda Metro Jaya yakni Ampethamin, Metampethamin, Kanabis (Ganja), Kokain dan Heroin, hasil tes Urin anak bungsu Hatta Rajasa itu dinyatakan negatif semuanya. “Dari hasil tes urin tersangka, tim hanya menemukan kandungan obat mag,” ucapnya.
Dilanjut Rikwanto, dari hasil penyelidikan sementara penyebab kecelakaan tersebut adalah tersangka mengantuk karena diduga mengkonsumsi obat mag, namun untuk mempertanggung jawabkan berbuatanya tersangka akan dijerat pasal 283 KUHP jo 287 ayat 5.  Pasal 370  KUHP ayat 3 dengan ancaman hukuman 5 tahun. “Untuk sementara tersangka masih dirawat di rumah sakit karena mengalami trauma dan luka setelah kejadian tersebut. Nanti kalau sudah sembuh tersangka akan kembali diperiksa,” ungkapnya.
Sementara itu berdasarkan pantauan kondisi mobil BMW B 272 HR berwarna hitam yang berada di halaman parkir  Subdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan, tampak mengalami rusak pada bagian kaca lampu sebelah kanan bagian depan pecah, serta pada bagian sebelah kiri juga mengalami kerusakan yang sama dan nyaris tidak tersisa sedikit pecahan. Kaca lampu dan kaca mobil bagian depan juga mengalami retakan. Sedangkan untuk kondisi mobil Luxio mengalami rusak pada bagian belakang ringsek berat, serta busa pelindung pintu belakang lepas dari tempat asalnya. Bangku bagian tengah sebelah kiri juga dalam kondisi rusak.
Namun teka-teki keberadaan anak besan SBY tersebut akhirnya terungkap pada Rabu (2/1) sekitar pukul 17.00 WIB. Kepala Administrasi Medis Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr Indra Maulana membenarkan bahwa anak bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu berada di RSPP. “Kami menegaskan bahwa Muhammad Rasyid Amrullah Rajasa berada di salah satu kamar di RSPP, dengan kondisi baik dan stabil, namun pihak keluarga meminta untuk jangan diganggu,” katanya. (bagas/pramita/cr-1/igo/dam/agu/deddy/bnn/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.