Terakhir Ditemukan, Dikubur Jam Tiga Subuh

CIPUTAT,SNOL Empat warga Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) korban tenggelam di pantai Cikuya, Anyer, Kabupaten Serang saat merayakan tahun baru telah dimakamkan semua. Terakhir, Ical Setiawan (17), korban yang terakhir ditemukan tim SAR dimakamkan pada Rabu (2/1) pukul 03.00 WIB. Jasad Ical tiba di rumah duka di Gang Masjid Darussalam, Jalan Aria Putra, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Rabu (2/1) sekitar pukul 01.00 WIB.Kedatangan jenazah Ical disambut dengan tangis dari keluarga dan sahabat korban. Bahkan Ibunda Ical, Yoyom tampak begitu shock dan tak mampu menahan air mata melihat jenazah anaknya yang sudah terbujur kaku dengan wajah yang sudah membusuk.
Setelah disemayamkan di rumah duka dan disholati, jasad Ical yang rencananya akan dimakamkan pagi harinya langsung dikubur pada dini hari itu juga. Hal ini karena kondisi jasad Ical yang sudah membusuk dan bau yang menyengat. “Almarhum dimakamkan malam-malam karena kondisinya yang sudah busuk. Jadi cepat-cepat dimakamkan, biar Icalnya tenang,” kata Ibunda Ical, Yoyom saat ditemui Satelit News di kediamannya kemarin (2/1).
Jenazah Ical merupakan jenazah korban yang terakhir ditemukan oleh Tim SAR yaitu sekitar jam 17.00 sore (1/1) menyusul ketiga korban lainnya yang telah ditemukan sebelumnya, yaitu Galih Faqih (17), Farhan Rizaldi (16) dan Aldo (18).
Yoyom masih terlihat terpukul atas kepergian anak laki-lakinya tersebut. Terlihat wajahnya begitu sayu dan masih berlinang air mata saat kerabat dan teman-teman sekolah putranya yang terkenal baik dan rajin beribadah ini menyambangi kediamannya. Firasat akan kepergian putranya pun sudah terasa di benak Yoyom. “Sehari sebelum Ical pergi itu, Ical sangat perhatian sama saya, dan ini berbeda dari hari-hari biasanya. Pokoknya hari itu Ical keliatan sangat sayang sama saya,” ujar Yoyom.
Sang Nenek, Nafsiah juga terlihat begitu terpukul akan kepergian cucunya tersebut. Wanita yang sudah cukup uzur ini memang begitu dekat dengan Ical, karena keseharian Ical banyak dihabiskan di rumah Nafsiah. Nafsiah pun sempat memberi ongkos untuk Ical pergi berlibur bersama teman-temannya. “Sebelum pergi Ical minta ongkos sama saya buat ke Anyer dan saya kasih uang 20 ribu,” tutur Nafsiah sembari mengeluarkan air mata.
Sang Nenek pun tampaknya sudah merasakan firasat bahwa cucunya akan meninggalkannya untuk selamanya, Selama Ical pergi, kondisi kesehatan Nafsiah menurun dan teringat akan cucu kesayangannya tersebut.
Hingga Sore hari (2/1), kediaman Ical masih terus disambangi oleh kerabat dan teman sekolah Ical, tak tertinggal pula guru-guru dan perwakilan sekolah yang datang untuk memberikan ungkapan bela sungkawa.(irwan/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.