Belum Setahun Jalan Rp 1,2 M Rusak Lagi

SERANG, SNOL Belum satu tahun, jalan Kebon Lontar-Alang-alang di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang kembali rusak. Jalan tersebut dibangun pada 20 Juni 2012, dan selesai pada bulan Agustus 2012 menggunakan dana APBD Kabupaten Serang tahun anggaran 2012 sebesar Rp 1,2 miliar.
Rendi, warga Kampung Berangbang, Desa Lontar mengatakan, kerusakan jalan akibat setiap hari dilintasi puluhan kendaraan jenis pick up pengangkut galian pasir darat ilegal di bibir pantai Berangbang di desa setempat.
“Pasir yang diangkut itu masih basah. Jadi jalannya mudah rusak. Padahal, jalan itu belum ada satu tahun, tapi sudah rusak lagi. Kami juga menduga kerusakan jalan itu akibat perbaikan jalannya asal-asalan karena aspalnya tipis,” kata Rendi di Lontar, Minggu (6/1).
Berdasarkan informasi dari papan proyek pembangunan tersebut, peningkatan jalan Kebon Lontar-Alang-alang, Kecamatan Tirtayasa dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang. Panjang jalannya 2.020 meter, dan lebar 3,5 meter dengan menggunakan dana alokasi umum (DAU) APBD Kabupaten Serang tahun anggaran 2012 sebesar Rp 1.219.680.000.
Nomor kontrak/tanggal: 620/15-PK-82/SPK/KPA-BM/DPUK/2012 tanggal 20 Juni 2012.Sedangkan waktu pelaksanaanya selama 90 hari kalender berikut pemeliharaan 90 hari kalender. Penyedia jasa kontruksi CV Mahendra, jenis pekerjaan LASTON (AC-WC) 4 CM, serta selaku Konsultan pengawas PT Multi Guna Karya Konsultan.
Menurut Rendi, pemerintah harus bertanggungjawab atas kerusakan jalan tersebut. ”Kalau semuanya dikerjakan dengan benar, tidak mungkin jalan itu cepat rusak. Kami minta pemerintah bertanggungjawab dan segera melakukan perbaikan kembali,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU)Kabupaten Serang, Irawan Noor saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan terkait kerusakan jalan tersebut.
Anggota Komisi IV Bidang Pembangunan dan Dampak Lingkungan DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Nurcholis mendesak kepada DPU untuk segera kroscek ke lokasi. “Dana pembangunan itu bukan sedikit. Kami minta DPU untuk mengevaluasi pelaksanaan pembangunan tersebut,” kata Nurkholis.
Di daerah berbeda, warga Kampung Sukarela, Kelurahan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang menanam pohon pisang di jalan setempat, tepatnya di samping lapangan Sukarela. Warga kesal kepada pemerintah karena hingga kini tidak segera melakukan perbaikan.
”Selain rusak, jalan itu juga penuh dengan lubang, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan. Kami minta kepada pemerintah untuk segera melakukan perbaikan,” kata Ipin Abdullah, warga setempat.
Kanit Laka Lantas, Polres Pandeglang, Iptu Firdaus Al Kautsar menambahkan, dengan kondisi jalan raya seperti itu sangat berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. ”Apalagi sepanjang tahun 2012 angka kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi jalan cukup banyak. Itu harus segera diperbaiki,” kata Iptu Firdaus. (mg3/mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.