Warga Minta Ganti Untung, Pembebasan Lahan Bahu Cisadane

TANGERANG, SNOL Rencana pembuatan jalan di badan Kali Cisadane sepanjang Pasar Loak Karawaci-Jembatan UNIS yang berimbas pada penertiban rumah dan bangunan sepanjang daerah dimaksud rupanya sudah diketahui warga. Pada prinsipnya, mereka bersedia ditertibkan selama ada penggantian yang sesuai.
Aten Sutan (51) salah satunya. Menurut warga pemilik usaha rumah makan dan pemancingan yang ada di pinggir jembatan Cisadane ini, dirinya bersedia melepas kolam kolam pemancingannya seluas 300 meter persegi itu, bila pihak pemda berani mengganti kerugiannya sesuai dengan keuntungannya selama ini.
“Harus sesuai dengan keuntungan saya selama ini, pasti tanah pemancingan ini akan paling besar terkena pembebasan tanah. Saya setuju saja, asal ada penggantian materi secara jelas,” ungkap Sutan. Sutan mengaku, pihaknya baru satu kali mengikuti pertemuan dengan pihak kecamatan. Pada pertemuan yang berlangsung tiga minggu lalu itu, Sutan bersama puluhan warga lain yang juga terkena imbas pembebasan tanah baru hanya mendapat sosialisasi saja tanpa ada obrolan berapa kisaran gantinya.
Dikatakannya, pihak kecamatan baru akan mengungkapkan adanya ganti rugi bila warga mampu menunjukkan bukti kepemilikan tanah yang ditinggali. “Saya punya sertifikat hak milik kolam pemancingan ini, luasnya sekitar 300 meter persegi,” ujar Sutan. Selain itu, jelasnya petugas setempat juga baru berkunjung dan melihat secara langsung kolam pemancingan ikan bawal miliknya sekali saja. Untuk pematokan dan sebagainya, Sutan merasa belum pernah dilakukan hingga saat ini. “Ya secepatnya saja, jangan ditunda-tunda. Saya juga bosan, tiap hari di depan rumah saya ini pasti macet, apalagi kalau pagi,” ujarnya.

Ditutup-tutupi?

Namun sayangnya soal berapa jumlah warga yang akan terkena imbas penggusuran, pihak Kelurahan Karawaci terkesan menutup-nutupi informasi. Saat Satelit News mencoba meminta data warga yang terkena pembebasan, mereka menolak memberi informasi dengan alasan harus mendapat izin dari kecamatan. “Harus ada izin dari Sekcam atau pihak kecamatan dulu,” kilah salah seorang petugas kelurahan kepada koran ini.
Padahal, sebelumnya Camat Karawaci Temmy Mulyadi sudah mempersilahkan wartawan mengunjungi kelurahan untuk mendapat data tentang berapa banyak warga yang terkena pembebasan lahan. “Langsung saja menuju lurah masing-masing,” tulisnya dalam pesan singkat  (9/1). (pramita/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.