5 Terpidana Teroris di LP Serang Diawasi Ketat

SERANG, SNOL Lima terpidana teroris dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Jakarta dititipkan ke Lapas Serang. Kelima terpidana itu merupakan terpidana teroris dalam kasus peledakan bom buku, dan penemuan bom di Jakarta.
”Kelima terpidana teroris itu datang pada Rabu (9/1) lalu. Kelimanya sudah divonis dengan hukuman paling tinggi 3,5 tahun penjara,” kata Kepala Lapas Serang, Arpan, Minggu (3/1).
Namun, Arpan tidak menyebutkan identitas terpidana teroris tersebut.”Yang jelas, kelima terpidana itu saat ini sudah menempati ruang mapenalin (masa perkenalan lingkungan). Mereka ditempatkan di ruangan yang berbeda. Semua warga binaan (narapidana,red) diperlakukan sama, baik teroris, koruptor dan terpidana umum lain,” ujarnya.
Setelah di ruang mapenalin selesai, lanjut Arpan, kelimanya akan disatukan dengan napi lain dengan ruangan yang berbeda. “Untuk ruangan juga nantinya berbeda. Tidak akan disatukan. Bila disatukan, dikhawatirkan mereka akan berkumpul dan membuat siasat baru lagi untuk melakukan perbuatan yang tak diinginkan. Kami juga sudah menyiapkan CCTV khusus untuk memantau lima terpidana tersebut. Kami pantau dari CCTV tersebut,” ujarnya.
Arpan menjelaskan, selama menjalani masa tahanan, kelima terpidana teroris akan diberikan program keahlian sama dengan napi lainya seperti ternak lele, perbengkelan ringan dan lain-lain.”Tujuannya agar kelimanya tidak melakukan perbuatan serupa, melainkan harus melakukan pekerjaan yang baik dalam menghidupi kebutuhan keluarganya masing-masing,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Banten, Nyoman Putra Surya mengatakan, kelima terpidana terorisme itu memiliki kemampuan khusus terutama bidang keagamaan, sehingga memang harus dipantau terus-menerus dalam setiap gerak-geriknya.
“Misalnya tidak boleh memengaruhi napi lain dalam melakukan faham yang dilarang oleh negara. Makanya selain mereka berlima dipisahkan, juga tidak boleh memengaruhi napi lain dalam hal faham yang dilarang. Bila bergaul dan berbaur dengan napi itu memang harus dilakukan. Kami juga akan terus mengawasi secara ketat terhadap kelima terpidana itu,” kata Putra Surya. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.