Tanpa RSBI Harus Tetap Berkualitas

PAMULANG,SNOL Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Muhammad Nuh meminta agar seluruh daerah di Banten tetap menjaga kualitas pendidikannya pasca putusan pembubaran Sekolah Rintisan Berstandar Internasional (RSB) oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
“Saya tidak bisa mengomentari soal RSBI saat ini. Namun, bagaimanapun hasil putusan MK harus tetap dijalankan karena hal itu mengikat. Yang utama, roda pendidikan harus tetap berkualitas,” kata Nuh, usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Pendidikan di Universitas Terbuka (UT) Pamulang, Sabtu (11/1) lalu.
Guna menetapkan langkah lebih lanjut pasca putusan MK tersebut, Nuh akan mengundang kepala dinas di seluruh kabupaten/kota untuk duduk bareng, pekan depan. Nuh akan berpesan kepada pimpinan di masing-masing wilayah untuk tetap mempertahankan sistem akademik dan proses penerimaan siswa baru dengan tes kompetensi.
“Meski RSBI dihapus, bukan berarti RSBI layaknya barang yang telah usang terus langsung dibuang. Semangat dan kualitas yang selama ini telah dijalankan di sistem RSBI dalam proses kegiatan belajar mengajar harus tetap dipertahankan. Bahkan jika lebih ditingkatkan,” imbaunya.
Nuh mencontohkan, jika pada pelaksanaan RSBI lalu ditetapkan penggunaan paket buku A dengan 100 halaman, jangan sampai adanya putusan MK, lantas harus berhenti di 50 halaman.
“Saya rasa tidak begitu, jalani saja dulu sistem akademik yang sebelumnya sudah berjalan. Selanjutnya kita duduk bareng untuk mengambil langkah selanjutnya,” tegas Nuh.
Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany berjanji tidak akan membeda-bedakan pendidikan sekolah baik negeri ataupun swasta maupun yang dinaungi Kementerian Pendidikan ataupun Kementerian Agama.
Menurutnya, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan di daerahnya. Diantaranya, alokasi dana untuk pendidikan yang mencapai 30 persen pada 2013. (pane/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.