Bikin Banjir Sawah, Petani Tuntut Tutup Penambangan Pasir Cibahewel

LEBAK, SNOL Puluhan warga Kampung Pasir Muncang, Desa Inten Jaya, Kecamatan Cimarga, Senin (14/1) berunjuk rasa di depan lokasi penambangan pasir darat di Blok Cibahewel-Cikeusik, Desa Inten Jaya, Kecamatan Cimarga. Mereka meminta pemerintah menutup lokasi penambangan pasir tersebut lantaran menyebabkan puluhan hektare sawah milik warga terendam air hingga setinggi 60 centimeter.
Penambangan pasir di Blok Cibahewel-Cikeusik tersebut beroperasi tahun 2009 lalu dengan areal lahannya seluas 10 hektar. Namun, sejak beroperasi hingga akhir tahun 2012 lalu, lanjut Juanta, tidak ada masalah.
“Tapi masalah muncul sejak awal Januari 2013 ini karena limbah pasir dibuang pada saluran drainase hingga menyebabkan 17,8 hektare sawah terendam air. Pemerintah harus segera menutup lokasi penambangan pasir itu karena petani sudah mengalami kerugian rata-rata Rp 42 juta,” kata Juanta, salah seorang warga.
Menurut Juanta, warga setempat yang berprofesi sebagai petani pernah mendatangi kediaman salah satu pemilik proyek penambangan pasir tersebut, namun belum ada tanggapan. “Di sini (Blok Cibahewel-Cikeusik-red) ada tiga pemilik penambangan pasir, salah satunya milik pengusaha asal Serang,” tukas dia.
Sekretaris Desa (Sekdes) Inten Jaya, Darminto, yang ikut berunjuk rasa meminta agar pemilik penambangan pasir mengeruk kembali saluran drainase yang penuh limbah pasir yang masuk ke wilayah pesawahan warga agar sawah tidak terendam. “Kalau tidak ditepati kami minta sekalian penambangan pasir yang merugikan petani ditutup saja,” ancamnya.
Salah satu pemilik penambangan pasir di Blok Cibahewel – Cikeusik, H.Ibih membantah pihaknya telah membuang limbah penambangan pasir ke saluran drainase warga. Kata dia, banjir yang merendam puluhan hektare sawah warga adalah murni karena luapan air hujan yang rutin terjadi setiap tahun. “Tapi kalau warga menginginkan pengerukan drainase, ya akan kita lakukan. Kita juga akan membuat waduk kecil di areal penabangan pasir itu,” kata Ibih.(mg8/mg3/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.