Ismet Janjikan Bangun 4 Kelas Baru Sekolah Ambruk

SOLEAR,SNOL Gencarnya pemberitaan ambruknya bangunan SDN Pasanggrahan II di sejumlah media rupanya mendapat respon serius. Bupati Tangerang Ismet Iskandar meninjau ke lokasi dan berjanji akan membangun kembali sekolah yang berlokasi di di Jalan Cibogo-Pasanggrahan KM 03 Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear tersebut, Selasa (15/1).
Instruksi itu disampaikan langsing oleh Bupati Ismet kepada Plt. Kepala Dinas Cipta Karya Ilham Chair, di sela-sela sidaknya. Tidak tanggung-tanggung, ruang kelas yang akan dibangun sebanyak empat lokal senilai Rp800 juta. Dalam sidak itu, Ismet menyempatkan diri memeriksa dua kelas yang rusak.
Plt. Kepala Dinas Cipta Karya Ilham Chair, mengaku siap membangun dua lokal sekolah yang ambruk itu. “Saya telah ditelpon oleh pak Bupati agar menindaklanjuti dan membangun gedung sekolah yang roboh tersebut,” katanya.
Dinas Cipta Karya akan menghitung terlebih dahulu anggaran biaya untuk membangun empat lokal kelas sesuai yang diinstruksikan Bupati. Rencananya, kelas dibangun dua tingkat dengan jumlah 4 lokal, yakni dua lokal kelas di bawah dan di atas.
Bangunan ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp800 juta. Mengingat kebutuhan ruang kelas, bupati memerintahkan akan membangun dan menambah dua ruang kelas baru. ”Tim kami akan mulai turun minggu depan,” tuturnya.
Camat Solear Bambang Misbahudin yang turut mendampingi Bupati berharap pembangunan tersebut dapat cepat terwujud karena kebutuhan ruang kelas ini sangat penting. “Saya berharap secepatnya bisa terwujud. Apalagi pak Bupati langsung meninjau ke lapangan,” paparnya.
Tabrani (43) Guru kelas IV sekolah tersebut membenarkan jika saat ini sekolah tersebut membutuhkan penambahan ruang kelas baru, mengingat kapasitas muridnya sudah overload.
Menurutnya, sekolah yang dibangun tahun 1979 ini baru dua kali direhab. Umur bangunan yang sudah lama ditambah kondisi tanah yang labil, membuat angin kencang disertai hujan dan petir merubuhkan bangunan sekolah. “Saya berterimakasih kepada pak Bupati, yang bersedia akan membangun sekolah kami. Sekolah kami memiliki 610 murid, yang awalnya hanya 300 orang,” tuturnya.
Penambahan jumlah murid ini drastis karena sekolah tersebut berdekatan dengan perumahan Kirana. “Setelah terjadi musibah, kami mengungsikan murid-murid kelas I dan II di Gedung Kesenian,” tuturnya. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.