Airin Perintahkan Camat Siaga 24 Jam

CIPUTAT, SNOL Ancaman banjir yang masih mengintai 31 titik di wilayah Kota Tangsel diminta untuk diantisipasi selama 24 jam penuh oleh Camat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.
“Soal banjir ini mamang masih menjadi ancaman di daerah ini. Makanya, saya sudah intruksikan Camat, Lurah, BPBD, Satpol PP, DKPP dan semua aparatur di bawah untuk siaga 24 jam penuh. Jangan sampai ada warga yang kebanjiran tidak cepat ditangani,” ucap Airin Rachmi Diany, Walikota Tangsel saat dijumpai wartawan di Pamulang (16/1).
Meski genangan air bisa langsung surut dalam waktu sejam atau dua jam pasca banjir, tetap saja hal itu harus dianggap banjir dan jadi ancaman buat warga. “Saat ini ada 31 titik banjir yang sudah saya minta untuk dipantau terus menerus. Jadi, saya minta petugas yang sudah saya intruksikan siaga penuh,” imbaunya.
Disinggung soal anggaran penanggulangan bencana, Airin menegaskan hal itu sudah disiapkan. “Jumlahnya saya tidak hapal, tapi saya jamin cukup. Bahkan ada anggaran tak terduga Rp 3 miliar yang juga disiapkan jika memang mendesak,” tuturnya.

Siswa SMKN 2 Tetap Belajar

Banjir yang menggenangi 16 titik di Tangsel, Selasa (15/1), masih menyisakan genangan di sejumlah lokasi. Salah satunya di SMKN 2 Tangsel. Akibatnya sebanyak 1000 siswa terganggu proses belajar mengajar lantaran sekolahnya masih terendam hingga 40 centimeter.
Pantauan wartawan di SMKN 2 Tangsel yang berada di Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren menunjukkan seluruh halaman sekolah serta ruang guru masih tergenangi air. Para guru terlihat melepas sepatunya saat akan mengajar dan masuk ke dalam ruangan. Beruntung, air tidak masuk ke dalam kelas.
Humas SMKN 2 Tangsel, Akrob mengatakan banjir sudah terjadi sejak Selasa (15/1) dini hari. Pada hari itu, seluruh siswa diliburkan. Mereka tidak bisa menggunakan ruang kelas dan kendaraan tidak bisa masuk ke dalam sekolah lantaran akses jalan terendam cukup tinggi. Pihak sekolah sempat memperkirakan banjir akan surut, Rabu (16/1). Namun, nyatanya tidak.
“Biasanya dua jam sudah surut tapi kali ini sampai dua hari tetap banjir. Siswa kami tidak liburkan kali ini namun mereka harus memarkir motor dan kendaraannya di luar sekolah karena lapangan masih banjir,” tuturnya.
Akrob menduga, banjir lamban surut lantaran drainase di daerah tersebut kurang besar. Sehingga, datangnya air yang sangat deras tidak bisa terbawa drainase.
“Dulunya, daerah ini memang rawa dan kerap banjir. Tapi, setelah ada drainase banjir cepat surut, ini mungkin karena drainasenya kurang besar dan kiriman air juga dari Perumahan Arinda, jadi lamban surut,” jelasnya.
Sejumlah siswa mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Kebanyakan dari mereka terpaksa mengenakan sandal.
“Kalau pakai sepatu pasti basah. Apa lagi lapangan masih terendam cukup tinggi. Ya, kami terganggu lah, harapannya ada pelebaran drainase dan ada penyedotan,” ucap Hendra, satu dari 1000 siswa SMKN 2 Tangsel.
SMPN 5 Tangsel yang sebelumnya juga sempat diliburkan lantaran banjir, sudah kembali digunakan untuk belajar.(pane/gatot/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.