Banjir Itu Mempererat Mereka…

Selalu ada hikmah di balik musibah. Banjir yang merendam kawasan perumahan Ciledug Indah I dan II yang telah berlangsung sejak Selasa (15/1) hingga Rabu (16/1) membuat warga komplek perumahan dan perkampungan itu justru makin kompak.
Rasa senasib sepenanggungan sebagai korban banjir membuat perbedaan di antara mereka langsung terkikis. Warga dari kedua wilayah itu bahu-membahu saling menolong meringankan beban penderitaan dalam sebuah tempat bernama dapur umum.
Ya, gambaran itu terlihat nyata di dapur umum Kampung Poncol RT 10/01, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Rabu (16/1). Dapur umum hasil swadaya masyarakat kampung itu memang sederhana. Berdiri di lahan kontrakan sempit milik salah seorang warga, tidak ada makanan istimewa di sana. Hanya ada beras, kentang, singkong rebus serta sejumlah sayuran dalam jumlah terbatas sebagai menu makan hari itu. Bahan-bahan makanan itu pun hasil sumbangan salah satu partai politik.
Namun hal itu tidak mengurangi semangat para warga yang menjadi relawan dadakan itu untuk membantu saudara-saudara mereka yang terkena musibah. Sejumlah kaum ibu nampak sibuk menyiapkan bahan makanan. Ada yang menumis sayur, ada yang memasak dan ada pula yang sibuk mempersiapkan minuman. Sementara kaum lelaki juga tak kalah repot. Beberapa orang terlihat mengangkat-angkat bantuan yang dibawa tim SAR, sebagian lagi mempersiapkan alat-alat memasak dan memasang tenda darurat dari terpal.
Tidak ada keluh-kesah yang terucap. Malah sebaliknya keceriaan terpancar di raut mereka. “Wah sering-sering aja banjir, kan ramai jadinya,” seloroh salah seorang warga disambut grrrr warga lainnya. Tentu saja ucapannya yang dia lontarkan bukan sungguh-sungguh, tetapi dia rindu kebersamaan di antara mereka sebagai masyarakat sosial. Kehangatan yang tercipta dalam dapur umum itu rupanya mampu melawan dinginnya lingkunganya dan mendung yang menggelayuti Kota Tangerang k emarin.
Ketua RW 01 Kampung Poncol Muhrizat H Husni pun begitu senang melihat ketulusan warganya. “Alhamdullilah warga di sini kompak, apa yang bisa dibantu untuk meringankan beban korban banjir pasti akan dibantu sebisa mungkin,”jelasnya seraya sibuk menelepon seseorang guna meminta bantuan karena salah seorang warganya sakit. Dia menambahkan, makanan itu akan dibungkus untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, sedangkan sisanya akan dibagikan kepada warga yang tidak tidak mengungsi.
Sementara salah seorang warga komplek perumahan RT 05/01 Maman, menjelaskan, kebersamaan antara warga komplek dan kampung memang telah berjalan cukup lama, sehingga begitu di antara mereka membutuhkan pertolongan maka yang lain akan sigap membantu.
“Malah keberadaan dapur umum itu justru yang antusias membuatnya warga kampung. Kami sih berterima kasih aja,” jelasnya.
Dia menambahkan, selama ini dia bersama tetangganya memang memiliki hubungan baik dengan warga kampung Poncol. “Kita tidak seperti warga di komplek perumahan lain yang menutup diri terhadap masyarakat kampung sekitar. Tapi kita justru memiliki hubungan baik. Dan dampak hubungan baik itu bisa terlihat saat terjadi musibah ini, mereka justru antusias membantu korban banjir,” pungkasnya. (made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.