Marak Bantuan Berlogo Komersil

SERPONG UTARA,SNOL Bantuan kepada korban banjir memang sangat diharapkan siapapun yang menjadi yang terkena musibah tersebut. Namun, momen cari simpatik diharapkan tidak jadi tujuan utama dalam memberikan bantuan.
Pantauan wartawan di sejumlah titik banjir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (18/1), tidak sedikit posko-posko yang dibangun atas dasar kepedulian sesama. Namun, tidak sedikit posko yang lebih besar lambang/logo organisasi tertentu, seperti ormas, parpol, dan bahkan spanduk caleg di mana-mana.
Seperti pemandangan di Kayu Gede, Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, dan sejumlah titik banjir lainnya di Ciputat, Pamulang dan Pondok Aren. Bahkan pihak kepolisian pun memberikan bantuan langsung kepada korban banjir RT 01/05, Kayu Gede. Dalam paket bantuan yang diberikan langsung Kapolsek Sepong Kompol Leganek Mawardi, warga mendapatkan paket mie instan dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
“Kami dari Polsek Serpong menyalurkan bantuan berupa sembako diantaranya mie instan, telur, air mineral, makanan ringan, dan lain-lain,” terang Leganek Mawardi.
Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Dwi Suryani mengatakan, penanganan masalah banjir di Tangsel lebih banyak relawan, dan donotur penyumbang bantuan yang justru mencari simpatik dan memajang logo-logo komersial mereka di area banjir. Dampaknya, malah kesannya logo-logo itu yang kebanjiran.
“Musibah banjir ini disarankan jangan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau golongan. Dukungan moril maupun bantuan uang diberikan di wilayah Tangsel baiknya dikoordinasikan dengan BPBD Tangsel, dan Posko Penanganan banjir yang sudah Pemerintah sediakan,” imbaunya.
Dia juga menyatakan, dalam penanganan banjir ini, pihaknya juga meminta kepada para donatur bantuan agar bisa padu dengan pemerintah. “Permintaan ini khusus kami utarakan lantaran keresahan kami atas banyaknya spanduk dan posko banjir yang didirikan Ormas, Parpol (Partai Politik), dan Caleg yang akan maju dalam Pemilu mendatang,” singkatnya.
Banjir yang melanda di sejumlah wilayah di Kota Tangerang masih belum surut. Bahkan di beberapa wilayah, air semakin meninggi dibandingkan saat banjir pada Kamis (17/1). “Bila dibandingkan dengan kemarin, ketinggian air hari ini mengalami peningkatan,” kata Koordinator Penanggulangan Bencana Pemkot Tangerang, Acep Suhardiman.

Puting Beliung Robohkan 2 Rumah

Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang merobohkan dua rumah di Desa Tegal Kunir, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang Jumat (18/1), dini hari. Angin kencang yang terjadi selama 5 menit tersebut tak ayal membuat genteng serta dinding rumah hancur berantakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun penghuni rumah terpaksa mengungsi di rumah tetangganya karena rumahnya tidak lagi dapat dihuni.
Sayuti (32), salah seorang korban mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari saat seluruh keluarganya sedang terlelap tidur. “Saya terbangun karena mendengar angin kencang menghantam rumah kami. Lalu saya bangunkan semua anggota keluarga karena takut rumah ambruk,” ujar Sayuti.
Benar saja tidak lama berselang, atap rumahnya langsung ambruk serta sebagian dindingnya jebol akibat kencangnya terpaan angin tersebut. “beruntung saya sempat mengevakuasi seluruh anggota keluarga, jika tidak mungkin akan ada yang menjadi korban,” tukasnya. Menurut Sayuti, saat ini dirinya berharap ada bantuan dari pihak pemerintah mengingat dirinya beserta keluarga kini tidak lagi memiliki rumah tinggal. (pane/hendra/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.