Bosan Kebanjiran, Bintang Pilih Berhenti Sekolah

Persoalan banjir di perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor, Periuk, Kota Tangerang tak kunjung usai. Setiap musim hujan datang, perumahan yang dihuni ratusan kepala keluarga (KK) itu langsung terendam hingga dua meter lebih. Sebagian warga pesimis rumahnya akan terbebas dari banjir.

PRAMITATRISTIAWATI
Tangerang

Bintan Rahayu (12), tampak sibuk mengeringkan sejumlah buku pelajaran sekolah di depan rumahnya perumahan Total Persada RT 10/07 No 20, Senin (21/1). Maklum, pagi itu matahari cukup terik menyinari kawasan Periuk dan sekitarnya.
Gadis cantik siswi kelas 1 SMPN 15 Kota Tangerang ini memanfaatkan pantulan matahari pagi dengan menjemur lembaran buku sekolah dan Alquran di depan rumahnya yang sudah surut dari genangan banjir. “Basah semua,” keluhnya sembari membuka perlahan lembar demi lembar buku pelajarannya.
Bintang bercerita, semua buku beserta tas sekolahnya terendam banjir, tanpa ada satupun yang terselamatkan. Dengan sabar, dia membuka satu persatu lembaran LKS, buku pelajaran, dan Alquran miliknya. Walaupun ada beberapa warga yang lewat sempat mengucilkan hatinya agar tidak melakukan hal yang sia-sia dengan menjemur semua bukunya, Bintang tidak menghiraukan.
“Yaa Bintang, sudah deh! Ngapain dijemur lagi, sudah tidak bisa dipakai itu. Buang saja, nanti beli buku yang baru,” ketus salah seorang warga yang melintas di depan rumahnya.
Bintang hanya mengumbar senyum, dengan tangannya tetap menyentuh halus lembar demi lembar bukunya. “Enak saja beli baru, uang dari mana? Masih bisa dipakai lagi kok,” gumamnya.
Bintang yang sehari-hari tinggal bersama sang nenek di Total Persada, RT 10/07 itu mengatakan, tidak hanya buku pelajaran dan perlengkapan sekolahnya, tetapi seluruh pakaian miliknya pun terendam banjir. “Saya dan nenek hanya bisa menyelamatkan diri dan membawa pakaian yang saya pakai,” tukasnya.
Seperti bosan dengan genangan banjir yang melulu menghampiri rumahnya tanpa ampun, Bintang memutuskan ingin berhenti sekolah. Padahal, SMPN 15 Kota Tangerang, tempat dimana Bintang sekolah sudah memberikan dispensasi hingga banjir mereda agar dia tidak sekolah dulu.
“Memang sih sudah dapat izin sekolah, makanya saya seminggu enggak berangkat ke sekolah. Tapi tetap saja enggak nyaman, ketinggalan banyak pelajaran,” ketus gadis cantik yang kini duduk di kelas 1 SMPN 15 Kota Tangerang itu.
Hasil musyawarah dan pertimbangan keluarga, Bintang harus meneruskan sekolahnya di Sulawesi, tempat tantenya tinggal. Sementara Ramiyem, nenek Bintang menambahkan, jika cucunya tersebut akan dipindah ke Sulawesi dengan harapan bisa kembali menempuh pendidikan dari awal. Karena, bukan hanya keperluan sekolah saja yang harus dipenuhinya tetapi peralatan rumah lainnya sudah rusak terendam banjir.
Apalagi, Ramiyem hanya hidup mengandalkan pendapatan uang kiriman dari saudara. “Rumah dan seisinya sudah tidak bisa diharapkan lagi, rusak semua. Orangtua Bintang akan menjemput dia,” ujar sang nenek sambil menitikkan air mata. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.